Bawaslu Banyumas Angkat Isu Kesetaraan Hak Politik Penghayat Kepercayaan lewat Podcast Bawor

Bawaslu Banyumas Angkat Isu Kesetaraan Hak Politik Penghayat Kepercayaan lewat Podcast Bawor

PURWOKERTO — Bawaslu Kabupaten Banyumas kembali merekam Podcast Bawor (Bawaslu Banyumas Ngobrol) dengan tema “Demokrasi Inklusif: Menjamin Kesetaraan Hak Politik bagi Penghayat Kepercayaan”, Rabu (24/6). Rekaman ini menghadirkan Tokoh Komunitas Wanita Penghayat Banyumas Retno Marhaeni Arum Widayati dan Dosen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman Wiwik Novianti.

Dalam diskusi tersebut, Wiwik menyampaikan bahwa secara normatif negara telah memberikan pengakuan terhadap keberadaan penghayat kepercayaan melalui berbagai regulasi dan kebijakan. Namun, ia menilai masih ada tantangan berupa stigma sosial yang membuat sebagian penghayat kepercayaan belum berani tampil secara terbuka di tengah masyarakat.

Wiwik menekankan perlunya penguatan edukasi kepada masyarakat agar penghayat kepercayaan dipahami sebagai bagian sah dari warga negara Indonesia yang memiliki hak dan kewajiban yang sama. Ia juga menilai dukungan sosial yang lebih nyata diperlukan untuk mendorong kehidupan bermasyarakat yang harmonis serta bebas dari diskriminasi.

Sementara itu, Retno menyoroti pentingnya ruang dialog yang memungkinkan masyarakat mengenal penghayat kepercayaan secara lebih dekat. Menurutnya, komunikasi yang terbuka dapat membantu mengurangi kesalahpahaman yang selama ini berkembang.

Retno mencontohkan, kegiatan budaya dan tradisi penghayat kepercayaan kerap disalahartikan oleh sebagian masyarakat, padahal kegiatan tersebut mengandung nilai filosofis dan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Melalui Podcast Bawor, Bawaslu Kabupaten Banyumas berharap dapat memperkuat demokrasi yang inklusif sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai hak-hak politik seluruh warga negara tanpa diskriminasi.