BPI Luncurkan Buku Biodiversity PLTU Jawa Tengah, Paparkan Hasil Pemantauan Ekosistem 2013–2025

BPI Luncurkan Buku Biodiversity PLTU Jawa Tengah, Paparkan Hasil Pemantauan Ekosistem 2013–2025

BATANG – PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) meluncurkan Buku Biodiversity PLTU Jawa Tengah 2 x 1.000 MW dalam acara yang digelar di Pendopo Kabupaten Batang, Selasa (30/6/2026). Peluncuran ini disebut sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan dan transparansi lingkungan.

Acara tersebut dikemas dalam peluncuran resmi sekaligus sesi panel talk yang menghadirkan unsur akademisi, pemerintah, komunitas, dan media. Buku ini diterbitkan oleh Gagas Bisnis dan merupakan hasil kerja sama BPI dengan Kelompok Pecinta Alam Haliaster serta Departemen Biologi Universitas Diponegoro (UNDIP).

Berdasarkan pemantauan ekosistem selama 2013–2025 di enam stasiun pengamatan sekitar PLTU Batang, buku itu mencatat keberadaan 204 jenis flora, 108 jenis burung—termasuk 17 satwa dilindungi dan 16 burung migran—serta 80 jenis kupu-kupu, 36 jenis capung, 30 jenis herpetofauna, dan 7 jenis mamalia.

Dokumentasi tersebut juga mencatat spesies bernilai konservasi tinggi, antara lain Gelatik Jawa (Padda oryzivora) yang berstatus terancam punah, serta Kepudang Kuduk-Hitam (Oriolus chinensis) yang merupakan maskot fauna Jawa Tengah.

Chief Operating Officer BPI, Naofumi Yasuda, menyampaikan bahwa tanggung jawab perusahaan tidak hanya menghadirkan energi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan. Ia menekankan buku tersebut bukan sekadar dokumen administratif, melainkan bentuk akuntabilitas ilmiah hasil sinergi pentahelix antara perusahaan, akademisi, pemerintah, masyarakat, dan media.

Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, menyatakan dokumentasi biodiversitas itu menunjukkan ratusan spesies flora dan fauna mampu bertahan, bahkan berkembang, di sekitar kawasan industri. Menurutnya, buku tersebut dapat menjadi rujukan untuk memperkuat pengawasan dan mendorong inovasi agar kemajuan tidak merusak alam.

Peluncuran buku dihadiri jajaran DLHK Jawa Tengah, organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Batang, institusi pendidikan, komunitas literasi, NGO, serta media. Diskusi panel menghadirkan Hidayat Ashari (Peneliti BRIN), Heru Djatmika (Kepala DLHK Jawa Tengah), dan Ahmad Lukman (CSR & Community Relation Manager BPI) yang membahas temuan biodiversitas, kolaborasi publik-swasta, serta strategi pemberdayaan masyarakat dalam restorasi pesisir sejak 2012.