Beredar klaim yang menyebut Venezuela diguncang gempa kembar berkekuatan 7,2 dan 7,5 skala Richter (SR) yang disebut menyebabkan 1.430 orang tewas serta ribuan lainnya hilang. Informasi itu juga disertai narasi dramatis bahwa negara tersebut “hancur lebur dalam 39 detik”.
Namun, berdasarkan data yang tersedia dalam materi rujukan ini, tidak disertakan keterangan pendukung seperti waktu kejadian, lokasi episentrum, lembaga pemantau gempa yang merilis data, maupun rujukan resmi terkait jumlah korban. Karena itu, klaim tersebut perlu diperlakukan sebagai informasi yang masih harus diverifikasi lebih lanjut.
Dalam konteks cek fakta, informasi mengenai gempa dan dampaknya semestinya dapat ditelusuri melalui data resmi—misalnya laporan otoritas kebencanaan setempat atau lembaga pemantau gempa—serta pembaruan situasi di lapangan. Tanpa detail dasar tersebut, angka kekuatan gempa dan jumlah korban yang disebutkan tidak dapat dipastikan kebenarannya hanya dari narasi yang beredar.
Hingga ada konfirmasi dan data resmi yang dapat diverifikasi, publik disarankan berhati-hati membagikan klaim tentang gempa di Venezuela, terutama yang memuat angka korban dan detail peristiwa yang sangat spesifik.