Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan sebuah unggahan yang mengklaim Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) membuat pernyataan untuk menolak Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di daerah masing-masing. Unggahan tersebut beredar sejak akhir pekan lalu.
Salah satu unggahan ditemukan di Facebook dan diunggah pada 29 Juni 2026. Dalam unggahan itu tercantum teks, “Ketua BEM Seluruh Indonesia Membuat Pernyataan Untuk Menolak Partai PSI Dan Jokowi Di Daerah Propinsi Masing Masing.” Pengunggah juga menambahkan narasi yang menyebut “Mahasiswa tolak PSI. Warga tolak PSI.”
Berdasarkan penelusuran, Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan artikel yang identik dengan unggahan tersebut. Artikel itu diketahui berasal dari laman Kilasjatim.com dengan penggunaan foto yang sama, namun judulnya berbeda.
Artikel asli berjudul “Kecam Hasil Rapat Baleg DPR yang Anulir Putusan MK, BEM SI Serukan Aksi Turun ke Jalan” dan tayang pada 22 Agustus 2024. Dalam artikel tersebut tidak terdapat pembahasan mengenai penolakan terhadap Jokowi maupun PSI.
Isi artikel asli justru memuat seruan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan agar mahasiswa turun ke jalan untuk mengecam hasil rapat panitia kerja Undang-Undang Pilkada dan Badan Legislasi DPR yang disebut menganulir putusan Mahkamah Konstitusi (MK).
Dengan demikian, klaim yang menyebut Ketua BEM SI membuat pernyataan untuk menolak PSI dan Jokowi di daerah masing-masing tidak sesuai dengan isi artikel aslinya.