Cek Fakta: Tidak Ada Pernyataan Resmi Presiden Prabowo Membubarkan Bea Cukai

Cek Fakta: Tidak Ada Pernyataan Resmi Presiden Prabowo Membubarkan Bea Cukai

Sebuah video di YouTube beredar dengan klaim Presiden Prabowo Subianto telah resmi membubarkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Video itu juga menarasikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberhentikan seluruh pihak yang disebut sebagai “mafia ekspor” di lingkungan Bea Cukai.

Dalam unggahan tersebut, judul yang ditampilkan berbunyi: “PRESIDEN RESMI BUBARKAN BEA CUKAI HARI INI SELURUH MAFIA EKSPOR DI BEA CUKAI DIPECAT PAK PURBAYA!”

Namun, setelah ditelusuri, klaim tersebut tidak didukung fakta. Tidak ditemukan informasi maupun pernyataan resmi dari pemerintah yang menyebut Presiden Prabowo membubarkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Selain itu, isi video yang beredar juga tidak membahas adanya pembubaran institusi tersebut sebagaimana yang diklaim dalam judul unggahan.

Fakta yang ada menunjukkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai badan perdagangan ekspor tidak akan menghilangkan ataupun mengambil alih tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

“Ya tetap seperti biasa. Bedanya apa memang? Kan itu pelaporan segala macam, nanti dia (DSI) yang melakukan trading, tapi kan ekspor impor yang periksa Bea Cukai. Jadi bukan berarti fungsi Bea Cukai hilang,” kata Purbaya.

Purbaya menjelaskan peran PT DSI terbatas pada aktivitas perdagangan. Sementara itu, pemeriksaan serta pengawasan kegiatan ekspor dan impor tetap menjadi kewenangan Bea Cukai sebagaimana yang berlaku selama ini.

Menurutnya, tidak ada rencana untuk mengalihkan fungsi DJBC kepada lembaga lain. Pengawasan terhadap arus barang ekspor dan impor tetap dijalankan oleh Bea Cukai.

Pemerintah juga tidak menunjukkan langkah untuk membubarkan institusi tersebut. Sebaliknya, pemerintah menyatakan komitmennya untuk memperkuat kinerja Bea Cukai.

Meski Presiden Prabowo sempat memberi sinyal perlunya evaluasi terhadap lembaga tersebut, langkah yang dimaksud berkaitan dengan upaya pembenahan dan peningkatan kinerja organisasi, bukan pembubaran.

Dengan demikian, informasi yang menyebut Presiden Prabowo resmi membubarkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta memecat seluruh “mafia ekspor” di lingkungan lembaga tersebut dinyatakan tidak benar.

Verdik: hoaks. Tidak ada kebijakan maupun pernyataan resmi yang menyatakan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dibubarkan. Fungsi pengawasan ekspor-impor tetap dijalankan oleh Bea Cukai.