Sebuah video yang diklaim memperlihatkan pasukan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) menghalangi Brigade Mobil (Brimob) demi membela mahasiswa viral di media sosial dan telah ditonton ratusan ribu kali. Narasi itu memicu beragam reaksi warganet, termasuk anggapan bahwa rekaman tersebut menunjukkan peristiwa nyata.
Namun, hasil pemeriksaan fakta menyimpulkan video tersebut bukan dokumentasi kejadian sebenarnya. Video itu merupakan konten yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI), sehingga tidak dapat dijadikan bukti adanya peristiwa seperti yang diklaim dalam narasi penyebarannya.
Meski demikian, konten semacam ini tetap banyak dipercaya. Salah satu alasannya, sekalipun kreator telah memberi label bahwa video dibuat dengan AI, tidak semua penonton memperhatikan atau memahami penanda tersebut. Akibatnya, video yang tampak meyakinkan tetap berpotensi disalahartikan sebagai rekaman nyata.
Kasus ini menunjukkan pentingnya kehati-hatian saat menerima dan membagikan video viral, terutama yang memuat klaim sensitif. Penonton perlu memeriksa konteks, memastikan keterangan pada unggahan, dan tidak langsung menyimpulkan kebenaran hanya dari tampilan visual.