Sebuah video yang mengeklaim Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda mengadakan kuis tebak nama provinsi berhadiah dana bantuan beredar di media sosial pada akhir Juni 2026. Dalam narasi yang menyertai video, warganet disebut bisa memperoleh bantuan jika mampu menjawab pertanyaan dan mengirimkannya melalui akun Facebook yang membagikan unggahan tersebut.
Dalam unggahan itu, bantuan diklaim akan diberikan kepada sepuluh orang yang paling cepat mengirim jawaban. Sejumlah akun Facebook membagikan video tersebut dan mengarahkan masyarakat yang tertarik untuk berinteraksi melalui akun yang sama.
Hasil penelusuran menunjukkan klaim tersebut tidak benar. Dari pengamatan pada video, terdapat kejanggalan pada gerakan bibir Sherly Tjoanda yang tidak selaras dengan suara atau perkataannya.
Tim pemeriksa fakta kemudian menelusuri sumber video menggunakan Google Lens. Hasilnya, video tersebut identik dengan unggahan di akun Instagram Sherly Tjoanda. Namun, konteks video aslinya berbeda: Sherly dalam video itu menyampaikan informasi mengenai Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang SMA dan SMK di Maluku Utara pada 2025.
Video yang beredar selanjutnya diperiksa menggunakan Hive Moderation, perangkat yang dapat mendeteksi konten hasil kecerdasan buatan. Pemeriksaan menunjukkan suara Sherly yang mengumumkan kuis tebak nama provinsi memiliki probabilitas 98,3 persen dihasilkan oleh AI.
Dengan demikian, video yang mengeklaim Sherly Tjoanda mengadakan kuis tebak nama provinsi berhadiah dana bantuan merupakan konten manipulasi. Suara dalam video tersebut terdeteksi sebagai hasil rekayasa kecerdasan buatan, sementara rekaman aslinya berisi informasi terkait SPMB.