Cek Fakta: Video Prabowo Umumkan Bansos Rp 7 Juta per NIK Ternyata Rekayasa AI

Cek Fakta: Video Prabowo Umumkan Bansos Rp 7 Juta per NIK Ternyata Rekayasa AI

Sebuah video yang beredar di media sosial menampilkan Presiden Prabowo Subianto seolah mengumumkan pencairan bantuan sosial (bansos) tahap 3 sebesar Rp 7 juta untuk setiap Nomor Induk Kependudukan (NIK). Narasi yang menyertai video itu menyebut bantuan berlaku pada Desember hingga Januari 2026.

Namun, hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menyimpulkan video tersebut merupakan konten manipulasi berbasis kecerdasan buatan (AI).

Video dengan klaim bansos Rp 7 juta per NIK itu dibagikan sejumlah akun Facebook pada Jumat (26/6/2026). Dalam narasi yang beredar, disebutkan bahwa pemerintah memberikan “bansos NIK KTP” senilai Rp 7.000.000 bagi warga Indonesia yang kurang mampu.

Tim Cek Fakta Kompas.com kemudian menelusuri klaim tersebut melalui Google Search dengan kata kunci terkait. Hasilnya, tidak ditemukan pemberitaan valid yang mendukung informasi mengenai pencairan bansos Rp 7 juta untuk setiap NIK.

Penelusuran dilanjutkan dengan teknik reverse image search. Dari pemeriksaan itu, video yang beredar diketahui identik dengan foto Prabowo yang pernah dimuat Kompas.com dalam artikel tertanggal 15 Agustus 2023 berjudul “Pidato Kenegaraan 15 Agustus 2025, Prabowo: Kritik terhadap Pemerintah Diperlukan”.

Dalam artikel tersebut, Prabowo disebut menyampaikan pidato kenegaraan di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, yang disiarkan langsung melalui TNP Parlemen. Isi pidato membahas enam poin, antara lain pentingnya kritik terhadap pemerintah, pengawasan hukum di Indonesia, kelangkaan minyak, hingga pengangguran nasional. Tidak ada pernyataan Prabowo yang mengumumkan pencairan bansos Rp 7 juta.

Karena ditemukan ketidaksesuaian antara narasi dan konteks asli, Tim Cek Fakta Kompas.com memeriksa keaslian video menggunakan platform pendeteksi konten AI, Hive Moderation dan TruthScan.

Berdasarkan hasil analisis Hive Moderation, suara Prabowo dalam video tersebut memiliki probabilitas 98,6 persen dibuat oleh AI. Sementara itu, TruthScan mendeteksi video tersebut sebagai konten AI generative dengan probabilitas 99 persen.

Dengan temuan tersebut, Tim Cek Fakta Kompas.com menyimpulkan video Prabowo yang diklaim mengumumkan bansos Rp 7 juta per NIK merupakan hasil manipulasi. Dalam rekaman aslinya, Prabowo menyampaikan pidato kenegaraan tanpa mengumumkan program pencairan bansos seperti yang dinarasikan dalam video yang beredar.