Dak Lak Umumkan Penyesuaian Rencana Tata Ruang 2021–2030, Targetkan Proyek Konkret hingga 2050

Dak Lak Umumkan Penyesuaian Rencana Tata Ruang 2021–2030, Targetkan Proyek Konkret hingga 2050

Provinsi Dak Lak mengumumkan penyesuaian terhadap rencana tata ruang provinsi untuk periode 2021–2030 dengan visi hingga 2050 dalam sebuah konferensi yang dihadiri sejumlah pejabat pusat serta perwakilan kementerian dan lembaga terkait. Di antaranya Jenderal Phan Van Giang, Anggota Biro Politik sekaligus Wakil Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan Nasional; Nguyen Thanh Nghi, Anggota Biro Politik, Sekretaris Komite Sentral Partai, dan Ketua Komite Kebijakan dan Strategi Pusat; serta perwakilan dari kementerian dan lembaga pusat.

Dalam forum tersebut, pimpinan provinsi memaparkan isi perencanaan pembangunan jangka menengah dan panjang, sekaligus memperkenalkan potensi, keunggulan, serta daftar proyek yang membutuhkan investasi. Bidang yang ditawarkan mencakup pertanian berteknologi tinggi, industri pengolahan, logistik, dan pariwisata. Konferensi ini menarik perhatian pelaku usaha dan investor domestik maupun asing, serta dijadikan momentum untuk menegaskan komitmen daerah dalam memperbaiki iklim investasi, mendukung dunia usaha, dan mendorong pembangunan yang cepat serta berkelanjutan.

Wakil Perdana Menteri Phan Van Giang menilai Dak Lak memiliki ruang pengembangan yang luas dari kawasan Dataran Tinggi Tengah hingga wilayah pesisir Selatan Tengah. Menurutnya, posisi geopolitik dan geoekonomi tersebut menjadi keunggulan yang membuka peluang pengembangan di sektor pertanian, industri pengolahan, energi terbarukan, logistik, pariwisata, ekonomi maritim, dan ekonomi digital.

Namun, ia juga menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi daerah, mulai dari infrastruktur yang belum memadai, kebutuhan peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga daya saing ekonomi yang dinilai belum sebanding dengan potensi yang dimiliki. Karena itu, ia menekankan pentingnya mengubah keunggulan dan potensi menjadi pendorong pertumbuhan nyata, termasuk menerjemahkan orientasi perencanaan menjadi proyek konkret yang memberi manfaat bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Dalam arahannya, Phan Van Giang meminta Dak Lak memprioritaskan implementasi perencanaan, melakukan peninjauan, serta memilih proyek investasi publik yang benar-benar penting, memiliki keterkaitan regional, dan berdampak limpahan tinggi. Langkah ini dikaitkan dengan target pertumbuhan ekonomi dua digit pada periode 2026–2030.

Selain itu, Dak Lak diminta berfokus pada penghapusan hambatan, mendorong investasi terkoordinasi pada infrastruktur strategis, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperbaiki lingkungan investasi dan bisnis secara signifikan. Reformasi administrasi juga ditekankan dengan tolok ukur kepuasan masyarakat dan pelaku usaha. Prosedur investasi diminta disederhanakan agar waktu pemrosesan lebih singkat dan tidak menimbulkan ketidaknyamanan maupun menghambat kegiatan produksi dan bisnis.

Provinsi juga diarahkan untuk memaksimalkan potensi dan keunggulan uniknya dengan membentuk pendorong pertumbuhan baru. Prioritas pengembangan meliputi pertanian berteknologi tinggi, industri pengolahan, kehutanan, ekonomi maritim, logistik, pariwisata, ilmu pengetahuan dan teknologi, inovasi, serta transformasi digital. Dak Lak juga didorong untuk secara bertahap dibangun menjadi pusat energi hijau dan pusat industri penting di kawasan.

Di luar aspek ekonomi, konferensi turut menekankan pentingnya pengembangan budaya dan sumber daya manusia, memastikan kemajuan dan kesetaraan sosial, serta melestarikan dan mempromosikan nilai budaya unik kelompok etnis. Perlindungan lingkungan ekologi, sumber daya hutan, sumber daya air, dan sumber daya laut juga menjadi perhatian, termasuk pengintegrasian pembangunan ekonomi dengan penguatan pertahanan dan keamanan nasional.

Phan Van Giang juga meminta kementerian dan lembaga pusat terus berkoordinasi mendukung Dak Lak dalam mengatasi hambatan terkait mekanisme dan kebijakan. Dukungan tersebut mencakup prioritas sumber daya untuk investasi pada proyek infrastruktur transportasi strategis yang menghubungkan wilayah, termasuk konektivitas ke pelabuhan, bandara, dan gerbang perbatasan internasional guna membuka peluang pembangunan baru.

Dalam rangkaian konferensi, Dak Lak mencatat ketertarikan dari 103 investor dengan 147 proyek dan total modal terdaftar sekitar VND 1.061.159 miliar. Dari jumlah itu, 25 proyek memperoleh persetujuan kebijakan investasi dengan total sekitar VND 40.294 miliar; tiga proyek memperoleh persetujuan survei lokasi dengan total sekitar VND 70.000 miliar; serta 75 investor menandatangani 119 nota kesepahaman (MOU) dengan total modal terdaftar sekitar VND 950.864 miliar.