SAMARINDA — Pemanfaatan teknologi informasi dinilai semakin berperan strategis dalam mendukung perkembangan demokrasi di Indonesia. Selain memudahkan akses informasi bagi masyarakat, kemajuan teknologi juga dianggap mampu meningkatkan transparansi penyelenggaraan pemerintahan serta memperkuat pengawasan publik terhadap kebijakan yang dijalankan pemerintah.
Anggota DPRD Kalimantan Timur, Muhammad Darlis Pattalongi, mengatakan transformasi digital telah mengubah pola partisipasi masyarakat dalam kehidupan demokrasi. Menurutnya, kehadiran media sosial, berbagai platform digital, dan layanan informasi berbasis internet membuka ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk terlibat dalam proses pembangunan maupun pengambilan kebijakan publik.
Darlis menilai kemajuan teknologi informasi membuat masyarakat dapat mengakses informasi secara cepat dan luas. Ia menyebut teknologi tidak lagi sekadar menjadi sarana komunikasi, tetapi juga menjadi kanal untuk menyampaikan aspirasi, memberikan kritik, serta mengawasi pelaksanaan program pemerintah secara langsung.
Ia menambahkan, kualitas demokrasi tidak hanya diukur dari pelaksanaan pemilu atau pergantian kepemimpinan. Menurutnya, demokrasi yang kuat juga ditentukan oleh keterlibatan aktif masyarakat dalam mengawasi jalannya pemerintahan dan memastikan kebijakan yang diambil berpihak kepada kepentingan rakyat.
“Teknologi informasi memberikan ruang yang lebih terbuka bagi masyarakat untuk ikut mengawasi dan memastikan kebijakan publik berjalan sesuai kepentingan rakyat. Karena itu, literasi digital dan partisipasi publik harus terus diperkuat,” ujar Darlis, Senin (22/6/2026).