Ekonom Apresiasi Rencana Danantara Rilis Laporan Keuangan Konsolidasian BUMN, Ingatkan Soal Ketepatan Waktu

Ekonom Apresiasi Rencana Danantara Rilis Laporan Keuangan Konsolidasian BUMN, Ingatkan Soal Ketepatan Waktu

Ekonom CORE Indonesia Dipo Satria Ramli mengapresiasi langkah awal Danantara Indonesia yang berencana merilis laporan keuangan konsolidasian setelah seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merampungkan laporan keuangan pada 30 Juni 2026. Menurutnya, langkah tersebut berpotensi memperkuat tata kelola dan transparansi pengelolaan aset negara yang dijalankan Danantara.

Dipo menilai keberadaan laporan keuangan konsolidasian dapat menjadi fondasi penting bagi Danantara untuk membangun standar pengelolaan yang lebih terintegrasi dan sejalan dengan praktik pengelolaan sovereign wealth fund (SWF) global.

Meski demikian, ia menekankan bahwa komitmen transparansi tidak cukup hanya dengan merilis laporan. “Tentu kita apresiasi langkah Danantara yang akhirnya (akan) merilis laporan keuangan. Namun, kalau kita bicara soal komitmen transparansi tata kelola, merilis laporan saja belum cukup,” kata Dipo saat diwawancarai melalui sambungan telepon dari Jakarta, Jumat (3/7/2026).

Ia menjelaskan, transparansi tata kelola yang baik juga ditentukan oleh ketepatan waktu pelaporan, kelengkapan informasi terkait pengelolaan aset, serta proses audit oleh pihak independen. Dipo menyarankan agar Danantara memastikan laporan keuangan disampaikan tepat waktu dan memuat informasi yang memadai.

Dipo menilai upaya mengonsolidasikan laporan keuangan seluruh BUMN merupakan sinyal positif karena menunjukkan upaya membangun sistem pelaporan yang lebih terintegrasi dan komprehensif. Menurutnya, hal ini dapat menjadi landasan untuk memperkuat pengawasan, meningkatkan efisiensi, dan menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi negara.

“Ini langkah awal yang baik, tapi Danantara masih perlu membuktikan standar tata kelola yang lebih disiplin ke depannya,” ujarnya.

Ia juga berharap konsistensi penerapan prinsip tata kelola yang baik dapat meningkatkan kepercayaan publik dan investor terhadap Danantara sebagai lembaga pengelola investasi strategis nasional. Karena itu, Dipo menilai reformasi tata kelola dan peningkatan kualitas pelaporan keuangan perlu terus diperkuat agar kredibilitas lembaga semakin kokoh.

Sementara itu, Managing Director Stakeholders Management and Communications BPI Danantara, Rohan Hafas, menyampaikan melalui siaran pers bahwa Laporan Keuangan Konsolidasian 2025 Danantara Indonesia masih dalam proses penyusunan sesuai tahapan audit yang berlaku. Laporan tersebut akan disampaikan setelah seluruh proses audit selesai dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Menurut Rohan, proses tersebut diharapkan dapat memperkuat kualitas pelaporan keuangan sekaligus mendukung peningkatan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan aset negara.