FILKOM UB Terapkan Pengelolaan Sampah Terpadu untuk Dukung Smart Green Campus dan SDG 12

FILKOM UB Terapkan Pengelolaan Sampah Terpadu untuk Dukung Smart Green Campus dan SDG 12

MALANG—Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) menerapkan sistem pengelolaan sampah terpadu sebagai bagian dari komitmen mewujudkan lingkungan akademik yang sehat dan berkelanjutan. Program ini dikoordinasikan melalui Tim Smart Green Campus dan disebut sebagai implementasi pilar Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

Pengelolaan limbah domestik dan akademik di lingkungan FILKOM UB dilakukan rutin setiap hari kerja pada pagi dan sore hari, mulai pukul 06.00 WIB, mencakup seluruh area gedung fakultas. Dekanat juga bekerja sama dengan PT Werbel Indonesia Services (WIS) sebagai mitra pelaksana lapangan dengan kontrak resmi untuk memastikan sistem berjalan sesuai prosedur.

Alur pengelolaan sampah dimulai dari pengambilan sampah secara berkala oleh personel lapangan Tim WIS dari unit kerja dan ruangan di setiap lantai. Sampah yang terkumpul dimasukkan ke dalam kantong khusus, kemudian diangkut menggunakan troli menuju Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang dipusatkan di area basement. Penugasan petugas kebersihan juga dibagi spesifik per lantai untuk menjaga kebersihan area vertikal gedung.

Setelah sampai di basement, sampah dipilah secara manual di bawah pengawasan koordinator lapangan ke dalam tiga kategori, yakni organik, non-organik, dan sampah elektronik (e-waste). Pada sampah non-organik, botol plastik dipisahkan dari tutupnya untuk memudahkan proses daur ulang. Limbah kertas dan kardus juga dikelompokkan berdasarkan jenisnya agar nilai guna material tetap terjaga.

FILKOM UB turut memberi perhatian khusus pada penanganan e-waste. Berbagai limbah elektronik seperti kabel, charger, baterai bekas, hingga komponen perangkat keras komputer yang rusak dipisahkan secara ketat oleh Tim WIS. Prosedur ini diterapkan untuk mencegah potensi kebocoran zat kimia berbahaya yang dapat mencemari lingkungan sekitar kampus.

Pada tahap akhir, setiap kategori sampah diarahkan ke penanganan hilir sesuai jenisnya. Sampah non-organik bernilai ekonomis seperti plastik, kertas, kardus, serta beberapa komponen elektronik tertentu disalurkan kepada mitra penyedia jasa daur ulang untuk diproses kembali menjadi produk baru.

Sementara itu, sampah organik dikelola dengan memanfaatkan lahan internal yang dialokasikan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) terintegrasi di area pertanian FILKOM UB. Di lokasi tersebut, limbah organik diolah menjadi pupuk kompos untuk mendukung vegetasi hijau di lingkungan sekitar fakultas.