Final Essay Contest Beswan Djarum: Mahasiswa Angkat Isu Kesehatan Mental, Disinformasi, dan Kesenjangan Pendidikan

Final Essay Contest Beswan Djarum: Mahasiswa Angkat Isu Kesehatan Mental, Disinformasi, dan Kesenjangan Pendidikan

Isu kesehatan mental, disinformasi, dan kesenjangan pendidikan menjadi tema yang paling banyak diangkat mahasiswa dalam Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum 2025/2026. Dalam ajang yang digelar di Badung, Bali, sebanyak 16 finalis terpilih dari total 533 peserta mempresentasikan gagasan solusi melalui esai argumentatif.

Deputi Program Director Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Felicia Hanitio, mengatakan kompetisi ini dirancang untuk mendorong mahasiswa mengasah kemampuan berpikir kritis sekaligus pemecahan masalah. Ia menilai ajang tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk merumuskan solusi atas persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.

“Kami melatih mahasiswa peka terhadap isu, berpikir kritis, serta menyusun solusi berbasis data dan fakta. Pemikiran tersebut kemudian dituangkan dalam esai argumentatif sebagai identitas intelektual mahasiswa,” kata Felicia Hanitio saat ditemui di Seminyak, Bali, Jumat (26/6/2026).

Felicia menjelaskan, Essay Contest Beswan Djarum merupakan bagian dari pengembangan program Djarum Beasiswa Plus yang menekankan kemampuan berpikir kritis. Program tersebut juga ditujukan untuk memperkuat keterampilan nonakademik, terutama dalam aspek pemecahan masalah, sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

Ia menambahkan, terdapat tiga kompetensi yang dinilai penting saat ini, yakni berpikir kritis, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan. Menurutnya, ketiganya diperlukan agar mahasiswa mampu merespons dinamika tantangan yang terus berkembang.

“Tiga kompetensi penting saat ini ialah berpikir kritis, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan. Ketiganya menjadi bekal mahasiswa menghadapi tantangan masa depan yang terus berkembang,” ujarnya.

Felicia juga menekankan pentingnya mengasah kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah sejak dini. Dengan kemampuan tersebut, mahasiswa diharapkan dapat menghasilkan gagasan berbasis data serta berkontribusi nyata dalam membantu menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.

“Kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah harus diasah sejak dini agar mahasiswa menghasilkan gagasan berbasis data. Dengan begitu, mereka mampu berkontribusi nyata dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat,” katanya.