Sejumlah hoaks yang mencatut nama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) beberapa kali beredar di masyarakat. Informasi menyesatkan tersebut menyebar melalui media sosial maupun aplikasi percakapan, dengan pola berupa tangkapan layar artikel dan narasi tambahan dari akun penyebar.
Berikut deretan hoaks terkait BEM yang ditemukan dalam penelusuran Tim Cek Fakta Liputan6.com.
1. Klaim artikel: BEM seluruh Indonesia sepakat menolak Anies Baswedan dan “partai gerakan rakyat”
Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan sebuah postingan yang mengklaim mahasiswa BEM seluruh Indonesia sepakat menolak Anies Baswedan dan partai gerakan rakyat. Postingan tersebut disebut beredar sejak awal pekan.
Salah satu unggahan ditemukan di Facebook pada 2 Februari 2026. Dalam unggahan itu terdapat tangkapan layar artikel yang mencantumkan judul: “Mahasiswa BEM Seluruh Indonesia Sepakat Menolak Anies dan Partai Gerakkan Rakyat” dan diklaim berasal dari Antara Foto.
2. Klaim artikel: BEM seluruh Indonesia sepakat menolak Jokowi dan PSI
Hoaks lain yang beredar mengklaim mahasiswa BEM seluruh Indonesia sepakat menolak Jokowi dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Postingan ini juga disebut beredar sejak awal pekan.
Salah satu unggahan ditemukan di Facebook pada 1 Februari 2026. Unggahan itu memuat tangkapan layar artikel dengan judul: “Mahasiswa BEM Seluruh Indonesia Sepakat Menolak Jokowi dan PSI.”
Penyebar menambahkan narasi: “Mahasiswa adalah anak bangsa penghasil pemikir2 cerdas yg tahu keadaan bangsanya ke depan yg menolak adalah manusia dungu teralifiansi OLIGARKI dan komunis cina.”
3. Klaim artikel: Ketua BEM Seluruh Indonesia meminta penolakan PSI dan Jokowi di daerah
Selain itu, Tim Cek Fakta Liputan6.com juga menemukan postingan yang mengklaim Ketua BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) membuat pernyataan untuk menolak PSI dan Jokowi di daerah masing-masing. Postingan tersebut disebut beredar sejak akhir pekan.
Salah satu unggahan ditemukan di Facebook pada 29 Juni 2026. Unggahan itu memuat tangkapan layar artikel dari sebuah situs berita dengan judul: “Ketua BEM Seluruh Indonesia Membuat Pernyataan Untuk Menolak Partai PSI Dan Jokowi Di Daerah Propinsi Masing Masing.”
Akun penyebar menambahkan narasi: “Ketua BEM Seluruh Indonesia, Membuat Pernyataan Untuk Menolak Partai PSI Dan Jokowi Di Daerah Propinsi Masing Masing. Mahasiswa tolak PSI. Warga tolak PSI.”
Rangkaian unggahan tersebut memperlihatkan bagaimana nama BEM digunakan dalam berbagai klaim yang beredar di ruang digital. Tim Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim-klaim tersebut dalam artikel pemeriksaan fakta terpisah.