Nilai tukar rupiah terus melemah, terutama terhadap dollar Amerika Serikat. Rupiah bahkan sempat menyentuh rekor terlemah sepanjang sejarah, yakni Rp 18.000 per dollar AS pada 4 Juni 2026.
Di tengah pelemahan tersebut, beredar narasi di media sosial yang menyebut Bank Indonesia (BI) sengaja melemahkan rupiah. Alasannya, untuk mendorong ekspor Indonesia dan menarik investor asing. Klaim itu beredar sejak akhir Mei 2026, sebelum rupiah mencetak nilai terlemah terhadap dollar AS.
Namun, narasi tersebut dinyatakan sebagai kabar bohong atau hoaks. Klaim itu muncul dengan mengambil potongan video YouTube dari saluran Astronacci, perusahaan jasa riset dan edukasi trading, yang membuat video untuk memancing diskusi.
Dalam video yang dipotong dan disebarkan itu, tidak terdapat pernyataan bahwa BI sengaja melemahkan rupiah.
Selain itu, klaim bahwa rupiah sengaja dilemahkan juga dinilai tidak logis. Ekonom dari Celios, Nailul Huda, menyatakan bahwa tugas dan fungsi BI adalah menjaga stabilitas nilai rupiah dan inflasi. Menurutnya, ketika rupiah melemah terhadap dollar, inflasi berpotensi meningkat.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga disebut pernah membantah narasi bahwa rupiah sengaja dilemahkan pemerintah.