Kemenkes Bantah Tuduhan Mark Up Rp30 Miliar untuk Alkes di RSUD Krui

Kemenkes Bantah Tuduhan Mark Up Rp30 Miliar untuk Alkes di RSUD Krui

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membantah narasi di media sosial yang menuding Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melakukan mark up atau penggelembungan anggaran pengadaan alat kesehatan (alkes) untuk layanan hemodialisis (HD) di RSUD KH Muhammad Thohir Krui, Pesisir Barat, Lampung, hingga Rp30 miliar.

Narasi tersebut beredar setelah dialog Menkes dengan Presiden Prabowo Subianto saat peresmian RSUD KH Muhammad Thohir Krui pada Rabu (10/6/2026). Dalam unggahan yang viral, angka Rp30 miliar ditafsirkan sebagai nilai pengadaan alkes untuk layanan HD di rumah sakit tersebut.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menjelaskan angka Rp30 miliar yang disebut Menkes merujuk pada nilai total pengadaan alat kesehatan canggih yang akan diterima masing-masing dari 66 RSUD dalam program SIHREN (Strengthening Indonesia's Healthcare Referral Network), yang masuk dalam Program Hasil Cepat Terbaik (PHTC) atau Quick Win.

Menurut Aji, dukungan alkes canggih itu mencakup antara lain cathlab, CT scan 64 slice, echocardiography, mammography, dan perangkat lainnya. Ia menegaskan nilai tersebut tidak hanya untuk layanan hemodialisis. Untuk RSUD Krui, Kemenkes menyebut bantuan pengadaan alat canggih pada tahun ini mencapai sekitar Rp31,7 miliar.

Selain perangkat canggih, Kemenkes juga menyampaikan bahwa setiap RSUD akan menerima dukungan alat kesehatan mendasar dengan kisaran Rp20 miliar hingga Rp30 miliar. Aji menyebut RSUD Krui mendapatkan bantuan sekitar Rp25 miliar untuk tahun anggaran 2025 dan 2026.

Adapun alat kesehatan mendasar yang direncanakan antara lain bed pasien, defibrillator, mesin anestesi, patient monitor, patient monitor ICU, syringe pump, USG, serta ventilator untuk layanan dewasa, anak, dan anestesi. Selain itu terdapat pula bed ICU set, instrumen bedah umum, instrumen sectio caesaria, mobile X-ray, operating lamp, operating table, plasma sterilizer, infusion pump, serta berbagai alat penunjang kegawatdaruratan dan ruang operasi.

Kemenkes menegaskan narasi mark up Rp30 miliar merupakan hoaks. Berdasarkan rencana pengadaan resmi, total dukungan alat kesehatan yang akan diterima RSUD Krui disebut mencapai Rp56,7 miliar.