Sebuah narasi di media sosial mengklaim Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia menyarankan masyarakat membeli solar jika ingin bahan bakar minyak (BBM) berharga lebih murah, menyusul kenaikan harga Pertamax menjadi Rp 16.250 per liter. Klaim tersebut beredar melalui sejumlah unggahan di Facebook yang menampilkan foto Dwi Anggia disertai keterangan tertentu.
Menanggapi unggahan yang menyebar luas itu, Dwi Anggia membantah pernah menyampaikan pernyataan yang membandingkan Pertamax—BBM nonsubsidi—dengan solar yang merupakan BBM bersubsidi. Ia menyebut narasi yang mencatut namanya sebagai informasi bohong.
“Ini berita bohong dan fitnah. Saya tidak pernah keluarkan statement seperti ini,” kata Dwi Anggia, dikutip dari Antara. Ia juga menyatakan ada pihak yang menyalahgunakan fotonya dan menempelkan keterangan yang tidak benar, termasuk dengan mencantumkan nama media yang diplesetkan.
Dwi Anggia mengimbau masyarakat lebih cermat dan bijak dalam menyerap informasi yang beredar di media sosial. Ia menegaskan kembali bahwa klaim tersebut merupakan hoaks dan fitnah.
Penelusuran menggunakan Google Lens menunjukkan foto Dwi Anggia yang digunakan dalam unggahan itu berasal dari artikel Kompas.com. Dalam artikel tersebut, Dwi Anggia menjelaskan bahwa harga Pertamax Rp 16.250 per liter masih berada di bawah harga keekonomiannya. Ia juga menyebut harga BBM di negara tetangga yang mendekati atau setara RON 92 berada pada kisaran Rp 20.000 hingga Rp 21.000 per liter.
Berdasarkan penelusuran tersebut, tidak ditemukan informasi atau pemberitaan kredibel yang menyatakan Dwi Anggia pernah menyarankan masyarakat menggunakan solar karena lebih murah dibanding Pertamax. Dengan demikian, klaim yang beredar di media sosial itu dinyatakan tidak benar.