Kemkomdigi Gelar Bimtek 2026 untuk Perkuat Peran Juru Bicara Pemerintah di Era Informasi Cepat

Kemkomdigi Gelar Bimtek 2026 untuk Perkuat Peran Juru Bicara Pemerintah di Era Informasi Cepat

BANDUNG — Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menegaskan peran juru bicara pemerintah kian strategis di tengah derasnya arus informasi dan meningkatnya tuntutan transparansi publik. Juru bicara dinilai tidak sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga menjaga dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Hal itu disampaikan Direktur Komunikasi Publik Kemkomdigi, Nunik Purwanti, saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Juru Bicara Pemerintah Tahun 2026 di Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (23/6/2026). Nunik menyatakan kehadiran juru bicara penting untuk memastikan kebijakan dapat dipahami secara utuh, informasi yang beredar dapat dijelaskan secara akurat, serta aspirasi masyarakat dapat didengar dan diteruskan sebagai masukan perbaikan kebijakan.

Nunik menjelaskan, perkembangan teknologi informasi telah mengubah cara masyarakat memperoleh, mengonsumsi, dan menilai kebijakan pemerintah. Informasi bergerak sangat cepat, opini publik dapat terbentuk dalam hitungan menit, dan persepsi masyarakat dapat berkembang secara masif dalam waktu singkat.

Dalam situasi tersebut, pemerintah dituntut hadir melalui komunikasi publik yang cepat, transparan, kredibel, dan empatik. Tantangan komunikasi publik juga dinilai semakin kompleks seiring maraknya hoaks, disinformasi, serta fragmentasi ruang publik yang berpotensi memengaruhi persepsi masyarakat. Menurut Nunik, publik tidak hanya membutuhkan informasi yang benar, tetapi juga penjelasan yang mudah dipahami dengan bahasa masyarakat dan dapat diyakini kebenarannya.

Karena itu, Nunik menekankan juru bicara pemerintah tidak cukup hanya menguasai substansi kebijakan. Mereka juga perlu memiliki kepekaan terhadap isu yang berkembang, serta kemampuan mendengar dan memahami dinamika publik. Ia menambahkan, juru bicara harus mampu menjelaskan kebijakan dengan bahasa yang sederhana, relevan, dan membangun kepercayaan.

Terkait transparansi dan akuntabilitas, Nunik menyatakan komunikasi publik yang baik bukan berarti membela pemerintah dalam segala situasi, melainkan memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar, lengkap, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia menegaskan transparansi dan akuntabilitas merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik.

Melalui penyelenggaraan Bimtek Juru Bicara Pemerintah Tahun 2026, Kemkomdigi berharap tercipta ruang belajar bersama untuk memperkuat kapasitas para juru bicara agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan perubahan perilaku masyarakat. Nunik juga menekankan pentingnya peran juru bicara sebagai penghubung antara kebijakan dan kebutuhan masyarakat, sekaligus menjadi wajah pemerintah yang profesional, responsif, dan humanis.

Dalam penutup sambutannya, Nunik berharap kegiatan ini melahirkan insan komunikasi yang kompeten dan kredibel, serta mampu menghadirkan narasi yang positif dan mencerahkan bagi masyarakat. Ia juga menyampaikan komitmen Direktorat Komunikasi Publik untuk terus membuka ruang kolaborasi dan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat komunikasi publik pemerintah.

Sumber: infopublik.id