Kemnaker Tegaskan Klaim Pendaftaran BSU Rp 25 Juta per Penerima Adalah Hoaks

Kemnaker Tegaskan Klaim Pendaftaran BSU Rp 25 Juta per Penerima Adalah Hoaks

Sebuah unggahan di Facebook pada 27 Juni 2026 memuat klaim adanya pendaftaran Bantuan Subsidi Upah (BSU) dari pemerintah dengan nilai bantuan disebut mencapai Rp 25 juta per penerima. Dalam unggahan tersebut, warganet juga diarahkan untuk “mendaftar” dengan mengetik kata tertentu, disertai poster yang menyatakan BSU 2026 “telah cair” dan mencantumkan sejumlah informasi seperti periode pencairan Januari–Desember 2026, sasaran penerima, serta kanal pengecekan.

Namun, klaim tersebut tidak benar. Penelusuran mengarah pada keterangan resmi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) di situs resminya melalui artikel berjudul “Kemnaker Imbau Masyarakat Waspadai Informasi Hoaks tentang BSU 2026” yang tayang pada 7 Januari 2026.

Dalam keterangan itu, Kemnaker mengimbau masyarakat untuk mewaspadai informasi palsu atau hoaks yang mengatasnamakan program BSU 2026, terutama yang memuat tautan pendaftaran tidak resmi dan berpotensi penipuan. Kepala Biro Humas Kemnaker, Faried Abdurrahman Nur Yuliono, menegaskan bahwa BSU tidak memerlukan pendaftaran mandiri.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada hoaks dan disinformasi tentang BSU, khususnya yang mengarahkan pendaftaran melalui tautan tidak resmi, karena BSU tidak memerlukan pendaftaran mandiri. Informasi resmi BSU hanya disampaikan melalui laman bsu.kemnaker.go.id dan media sosial resmi Kementerian Ketenagakerjaan,” ujar Faried dalam siaran pers Biro Humas Kemnaker, Rabu (7/1/2026).

Kemnaker juga menyampaikan bahwa penyaluran BSU terakhir dilakukan pada 2025 dengan jumlah penerima 16.048.472 pekerja/buruh sesuai ketentuan yang berlaku. Faried menegaskan, hingga saat ini belum ada kebijakan maupun informasi resmi terkait penyaluran BSU pada 2026.

Dengan demikian, klaim mengenai pendaftaran BSU dengan bantuan Rp 25 juta per penerima sebagaimana beredar di media sosial dinyatakan sebagai informasi tidak benar.