LA GUAIRA — Cakupan kerusakan akibat gempa bumi di Venezuela masih belum dapat dipastikan. Sejumlah ahli menilai angka yang disampaikan pemerintah jauh lebih rendah daripada kondisi sebenarnya, memicu keraguan publik terhadap transparansi informasi resmi.
Sikap skeptis itu menguat di tengah ketidakpercayaan sebagian warga terhadap pernyataan pemerintah, terutama setelah pemerintahan mantan Presiden Nicolás Maduro mengklaim kemenangan dalam pemilihan presiden 2024 meski penghitungan suara disebut menunjukkan ia kalah dari gerakan oposisi yang dipimpin María Corina Machado.
Pemimpin Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodríguez, menyatakan hingga Senin (29/6/2026) gempa telah memengaruhi 15.866 orang. Namun, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan hingga 6,8 juta dari hampir 30 juta penduduk Venezuela mungkin terdampak, termasuk harus mengungsi atau kehilangan akses listrik dan air. Palang Merah Venezuela juga menyatakan memperkirakan akan memenuhi kebutuhan setidaknya 300.000 orang selama dua tahun ke depan.
Perbedaan mencolok juga terlihat pada data kerusakan bangunan. Rodríguez menyebut jumlah bangunan yang rusak atau runtuh mencapai 855. Sementara itu, penilaian awal NASA menempatkan angka tersebut pada 58.870 bangunan. Penilaian itu didasarkan pada citra radar satelit Sentinel-1 milik Badan Antariksa Eropa, yang dapat mendeteksi perubahan pada infrastruktur.
Di lapangan, peliputan bencana disebut menghadapi hambatan. Pembaruan data pemerintah disampaikan melalui pengumuman singkat di televisi, tanpa kesempatan bagi jurnalis untuk mengajukan pertanyaan atau meminta rincian lebih lanjut.
Serikat Pers Venezuela menyatakan pada hari Senin bahwa Kementerian Komunikasi memblokir akses ke Kota La Guaira bagi setidaknya beberapa wartawan asing selama 48 jam. Kementerian disebut beralasan pembatasan diperlukan untuk mengurangi kebisingan selama operasi penyelamatan. Serikat Pers Venezuela mendesak agar pembatasan tersebut dicabut.
“Seiring berjalannya waktu, situasi kesehatan dapat memburuk, dan negara membutuhkan informasi yang terverifikasi dan tepat waktu,” demikian pernyataan Serikat Pers Venezuela.
Dalam situasi yang masih kacau dan layanan telepon yang buruk, sebagian warga beralih ke basis data digital non-pemerintah untuk melaporkan orang-orang terkasih yang hilang. Di salah satu basis data, lebih dari 50.000 orang dilaporkan hilang, meski tidak jelas berapa banyak yang telah ditemukan.
Petugas pemadam kebakaran Kleider Carrillo menggambarkan tingkat kerusakan di La Guaira sebagai sesuatu yang melampaui persiapan yang ia miliki. “Ketika Anda belajar untuk profesi ini, Anda dilatih untuk situasi seperti ini,” katanya. “Tetapi apa yang ada di buku teks adalah satu hal. Realitas adalah hal lain,” ujarnya.
Sementara itu, gempa susulan masih terus terjadi. Sejak Rabu lalu, tercatat lebih dari 600 gempa susulan. Menurut Survei Geologi Amerika Serikat, gempa kembali terjadi pada hari Senin dengan kekuatan 4,6 magnitudo, berpusat 27 kilometer utara Caraballeda di pantai Karibia Venezuela.
Rodríguez mengatakan tidak ada laporan kerusakan akibat gempa susulan tersebut. Namun guncangannya membuat warga di ibu kota Caracas berteriak dan berhamburan ke jalan. “Kita kembali lagi, di jalanan. Saya tidak tahu kapan kita akan merasakan kedamaian sejati,” kata Concepción Hernández (51), yang mengungsi dari apartemennya di kotamadya Chacao, Caracas.