Keterlibatan Mahasiswa dalam Kunker Gibran Dinilai Perluas Dialog Pemerintah dan Generasi Muda

Keterlibatan Mahasiswa dalam Kunker Gibran Dinilai Perluas Dialog Pemerintah dan Generasi Muda

JAKARTA — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengajak mahasiswa dalam kunjungan kerja ke Ende, Gorontalo, dan Papua. Langkah ini mendapat apresiasi dari kalangan akademisi karena dinilai membuka ruang dialog antara pemerintah dan generasi muda, sekaligus menghadirkan penilaian yang lebih objektif terhadap program pembangunan.

Pengamat politik Universitas Tanjungpura (Untan) Kalimantan Barat, Erdi, menilai mahasiswa merupakan kelompok yang relatif netral dalam memberikan penilaian terhadap kinerja pemerintah. Karena itu, ia memandang pelibatan mahasiswa dalam kunjungan kerja sebagai langkah yang tepat.

“Apa yang dilakukan Pak Wapres ini sangat tepat. Karena pihak yang sangat netral dalam berpendapat, berbicara, dan menilai kinerja adalah mahasiswa. Mereka inilah kelompok-kelompok terpelajar yang memang sudah seharusnya terlibat atau dilibatkan dalam pengambilan keputusan,” kata Erdi, Sabtu (20/6/2026).

Erdi juga menilai selama ini mahasiswa kerap mencari ruang untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah. Menurutnya, keterbukaan Wapres menerima mahasiswa dan mengajak mereka berdialog menjadi sinyal positif bagi penguatan partisipasi publik dalam proses pembangunan.

Ia menambahkan, pelibatan mahasiswa tersebut sekaligus dinilai mematahkan narasi yang menyebut Wapres Gibran “alergi” terhadap mahasiswa maupun diskusi intelektual.