Kabar yang menyebut harga BBM nonsubsidi Pertamax turun menjadi Rp 12.800 per liter mulai 1 Juli 2026 dinyatakan tidak benar. Informasi tersebut beredar luas di media sosial, terutama melalui unggahan berbentuk infografik di Facebook.
Narasi yang tersebar mengeklaim besaran penurunan harga yang berbeda-beda. Dalam sejumlah unggahan, Pertamax disebut turun menjadi Rp 10.000 per liter, Rp 12.400 per liter, hingga Rp 12.800 per liter. Salah satu unggahan bahkan disertai ajakan agar masyarakat tidak lagi melakukan demonstrasi karena harga BBM diklaim sudah turun.
Faktanya, penyesuaian harga BBM nonsubsidi per 1 Juli 2026 memang terjadi, tetapi hanya untuk tiga jenis produk, yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Tidak ditemukan bukti kredibel yang menyatakan Pertamax ikut mengalami penurunan harga pada tanggal tersebut.
Berdasarkan informasi yang ditelusuri, harga Pertamax di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara per 1 Juli 2026 masih tercatat Rp 16.250 per liter. Sementara itu, di Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara, harga Pertamax mencapai Rp 17.000 per liter.
Penelusuran juga dilakukan terhadap infografik yang mencantumkan harga Pertamax Rp 12.800 per liter. Hasil pencarian gambar terbalik (reverse image search) menunjukkan infografik tersebut identik dengan materi yang pernah dimuat IndonesiaBaik.id dalam artikel berjudul “UPDATE! Harga BBM Non Subsidi TURUN”. Namun, artikel itu bukan terbit pada 1 Juli 2026, melainkan pada 3 Januari 2023.
Dengan demikian, klaim bahwa Pertamax turun menjadi Rp 12.800 per liter mulai 1 Juli 2026 merupakan hoaks, karena tidak sesuai dengan data harga Pertamax pada periode tersebut dan menggunakan materi lama yang tidak relevan dengan konteks waktu yang diklaim.