Komisi IV DPRD Gresik Jadwalkan Sidak Pelaksanaan TPA Berbasis CAT untuk Kawal Transparansi PPDB

Komisi IV DPRD Gresik Jadwalkan Sidak Pelaksanaan TPA Berbasis CAT untuk Kawal Transparansi PPDB

Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik menjadwalkan monitoring intensif dan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah sekolah untuk memantau pelaksanaan Tes Potensi Akademik (TPA) dalam rangkaian Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Langkah ini dilakukan untuk memastikan proses seleksi berjalan lancar, transparan, objektif, serta sesuai aturan yang berlaku.

Ketua Komisi IV DPRD Gresik, Muhammad Saifudin, mengatakan pemantauan akan melibatkan seluruh anggota komisi yang disebar ke daerah pemilihan (dapil) masing-masing. Menurutnya, skema tersebut ditujukan agar pengawasan dapat dilakukan secara langsung di lapangan.

“Rencana teman-teman di Komisi IV DPRD Gresik, kami akan sidak di setiap dapil masing-masing untuk memastikan proses TPA berjalan dengan baik dan lancar,” kata Saifudin.

Saifudin menilai sistem seleksi yang diterapkan pemerintah daerah telah dirancang untuk menjunjung keterbukaan. Ia menyebut mekanisme digital memungkinkan hasil nilai peserta diketahui segera setelah tes selesai, sehingga mempersempit peluang terjadinya kecurangan atau manipulasi data.

“Kami berharap para siswa mengerjakan soal dengan sebaik-baiknya agar bisa mencapai sekolah yang diinginkan. Kami juga berharap pemerintah terus meningkatkan kualitas sistem yang sudah baik ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Herawan Eka Kusuma, menjelaskan bahwa TPA wajib diikuti oleh seluruh calon murid lulusan SD atau MI di Kabupaten Gresik yang ingin mendaftar ke SMP negeri. Materi yang diujikan meliputi Matematika, Bahasa Indonesia, serta Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS).

Herawan menambahkan, teknis pelaksanaan tes dikelola oleh Dinas Pendidikan dengan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). Ujian dilaksanakan di laboratorium komputer sekolah dan nilai peserta langsung muncul setelah ujian selesai.

“Pelaksanaan tes dilakukan di laboratorium komputer sekolah. Setelah peserta menyelesaikan ujian, nilainya langsung muncul karena menggunakan sistem CAT,” ujar Herawan.