Kwarda Jateng Lantik Mabicap dan Kwarcab Pramuka Kudus 2026–2031, Tekankan Transparansi dan Respons atas Tantangan Zaman

Kwarda Jateng Lantik Mabicap dan Kwarcab Pramuka Kudus 2026–2031, Tekankan Transparansi dan Respons atas Tantangan Zaman

Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Tengah resmi melantik Majelis Pembimbing Cabang (Mabicap) dan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Kudus untuk masa bakti 2026–2031. Pelantikan yang digelar di Pendapa Kabupaten Kudus pada Rabu siang itu menjadi momentum penguatan pendidikan karakter generasi muda sekaligus penegasan komitmen tata kelola organisasi yang bersih dan transparan.

Sekretaris Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Tengah, Zulkifli, menyampaikan bahwa Gerakan Pramuka menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. Menurutnya, pengaruh negatif media sosial, ancaman narkoba, dan pergaulan bebas menjadi persoalan yang perlu direspons melalui pembinaan kepanduan.

Ia menilai Pramuka perlu mengikuti perkembangan zaman dengan mengoptimalkan peran gugus depan di sekolah-sekolah. “Harapan kita ke depan, Gerakan Pramuka bisa mengikuti perkembangan zaman. Pramuka harus hadir meminimalisir dampak negatif media sosial, narkoba, dan seks bebas melalui optimalisasi gugus depan di sekolah-sekolah,” ujar Zulkifli usai pelantikan.

Zulkifli menambahkan, pembinaan yang produktif di sekolah negeri maupun swasta dapat menyalurkan energi remaja ke kegiatan positif sehingga menekan dampak perilaku negatif. Ia juga mengapresiasi keaktifan Pramuka Kudus yang selama ini dikenal responsif dalam aksi kepedulian sosial dan penanggulangan bencana di masyarakat.

Sementara itu, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Kudus terpilih yang juga Wakil Bupati Kudus, Bellinda Birton, menekankan pentingnya integritas dalam kepengurusan lima tahun ke depan. Ia menyebut perlunya evaluasi atas kendala yang sempat terjadi pada periode kepengurusan sebelumnya.

“Saya berharap pengurus yang baru bisa bekerja dengan menjunjung tinggi integritas, kerja keras, dan transparan. Di kepengurusan lalu sempat ada masalah, maka di periode ini kita harus kerja lebih solid, intensifkan komunikasi, dan kelola semuanya secara terbuka,” kata Bellinda.

Meski kepengurusan baru masih melibatkan sejumlah wajah lama demi keberlanjutan organisasi, Bellinda menyatakan sistem kontrol akan diperketat. Ia menegaskan setiap program kerja, keputusan, hingga arus keuangan masuk dan keluar wajib dibahas secara terbuka serta diketahui seluruh jajaran pengurus.

Ke depan, Kwarcab Kudus dijadwalkan segera menyusun program kerja yang selaras dengan visi dan misi kepengurusan baru. Fokus yang disebutkan meliputi peningkatan kompetensi pembina, penguatan karakter, serta pengabdian kepada masyarakat.

Selain itu, Pramuka Kudus juga akan menjalin kerja sama strategis dengan berbagai satuan pendidikan. Sinergi tersebut akan dimanfaatkan untuk menyisipkan program edukasi preventif terkait bahaya narkoba dan seks bebas di lingkungan sekolah, sejalan dengan posisi Pramuka sebagai kegiatan ekstrakurikuler.