Lazismu DIY Gelar Audit Tahunan, Tekankan Transparansi dan Profesionalisme Pengelolaan Dana

Lazismu DIY Gelar Audit Tahunan, Tekankan Transparansi dan Profesionalisme Pengelolaan Dana

Lazismu Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyelenggarakan audit laporan keuangan tahunan sebagai bagian dari upaya memperkuat transparansi dan profesionalisme pengelolaan dana umat. Kegiatan ini diikuti 105 kantor layanan dari lima kabupaten dan kota.

Ketua Lazismu DIY, Jefree Fahani, mengatakan pencatatan dan pengawasan menjadi inti pelayanan lembaga zakat sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat. “Pencatatan dan pengawasan menjadi bagian dari pertanggungjawaban kita kepada masyarakat. Transparansi inilah yang kemudian menjadi dasar profesionalitas layanan yang dilakukan oleh Lazismu,” ujarnya dalam sambutan pada Senin, 22 Juni 2026, di Aula Kantor PWM DIY.

Dalam tutup buku tahun 2025, Lazismu DIY mengaudit dana sebesar Rp77 miliar, dengan dana yang ditasyarufkan sebesar Rp71 miliar. Nilai tersebut disebut meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pada 2023, Lazismu DIY mengaudit Rp44 miliar, dan pada 2024 sebesar Rp48 miliar.

Jefree menambahkan, Lazismu DIY akan tetap mendampingi kantor layanan yang belum dapat mengikuti audit tahun ini karena alasan tertentu, agar pada tahun berikutnya dapat berpartisipasi.

Ketua Lazismu Pusat, Ahmad Mujadid Rais, yang mengikuti agenda melalui Zoom, menyampaikan apresiasi atas komitmen dan inovasi Lazismu DIY. Ia juga mengingatkan pentingnya introspeksi dan koreksi konstruktif dalam pengelolaan dana yang dihimpun dari masyarakat.

Rais mengutip nasihat Umar bin Khattab, “hisablah dirimu sebelum engkau dihisab.” Menurutnya, proses “hisab” berkaitan dengan perhitungan yang membutuhkan pencatatan, ketelitian, dan kejelian. Ia menekankan bahwa budaya mencatat merupakan ciri masyarakat berilmu dan dapat membangun transparansi serta kepercayaan publik. “Mencatat adalah tanda tingginya sebuah peradaban,” tegasnya.

Sementara itu, Prof Ariswan selaku Ketua PWM DIY yang membidangi Lazismu menyampaikan bahwa keberadaan Lazismu dibutuhkan berbagai lapisan masyarakat. Menurutnya, pihak yang mampu memerlukan Lazismu sebagai saluran sedekah, sedangkan masyarakat yang membutuhkan memerlukan Lazismu untuk menerima distribusi bantuan.

“Bahwa apa yang dilakukan Lazismu ini sungguh mulia dan luar biasa. Yang dilakukan Lazismu ini adalah pekerjaan untuk menerima dan menyalurkan amanah,” kata Ariswan. Ia juga mendorong Lazismu DIY untuk terus menjaga tertib administrasi dan melakukan inovasi layanan sebagai bagian dari dakwah sosial.

Perwakilan tim audit, Syamsul Bahri, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada timnya selama beberapa tahun terakhir. Ia menyatakan komitmen untuk bekerja profesional. Syamsul juga mengapresiasi Lazismu DIY yang disebut beberapa tahun terakhir menjadi yang terbaik secara nasional, seraya berharap audit ini memperkuat kontribusi Lazismu bagi masyarakat.