Sebuah lokakarya yang membahas peningkatan kemampuan memahami dan membimbing opini publik digelar dengan dipimpin anggota Komite Pusat, yakni Pham Tat Thang selaku Wakil Kepala Komite Tetap Departemen Propaganda dan Mobilisasi Massa Pusat; Le Van Loi, Presiden Akademi Ilmu Sosial Vietnam; serta Le Hai Binh, Wakil Direktur Akademi Politik Nasional Ho Chi Minh.
Dalam sambutan pembukaan, Le Hai Binh menekankan bahwa agar keputusan strategis dalam Resolusi Kongres Nasional ke-14 dapat dilaksanakan secara nyata, pekerjaan investigasi, pemahaman, dan pengarahan opini publik memegang peran penting sebagai “jembatan” yang menciptakan harmoni antara kehendak Partai dan aspirasi rakyat.
Ia menyatakan, lokakarya perlu memperjelas persoalan-persoalan teoretis terkait opini publik, termasuk landasan teoretis dan praktis untuk mengaitkan kerja pemahaman serta pengarahan opini publik dengan implementasi Resolusi Kongres Nasional ke-14. Selain itu, forum ini juga didorong untuk meninjau kondisi terkini kerja opini publik dalam kaitannya dengan pelaksanaan resolusi, sekaligus mengusulkan solusi terobosan guna memperkuat perannya dalam implementasi resolusi Partai secara efektif.
Dalam lokakarya tersebut, lebih dari 70 makalah dan pendapat disampaikan, dengan fokus pada analisis dan evaluasi kerja opini publik dalam situasi saat ini. Konferensi menyepakati bahwa kerja opini publik dipimpin, diarahkan, dan dilaksanakan secara sistematis serta ilmiah. Kerja ini dipandang sebagai bagian penting dari pekerjaan politik dan ideologi, pembangunan dan perbaikan Partai, serta menjadi saluran informasi penting yang melayani kepemimpinan, pengarahan, dan manajemen komite Partai serta pemerintah di semua tingkatan.
Pandangan yang disampaikan para peserta juga mencerminkan perubahan positif dalam kesadaran, kepemimpinan, bimbingan, dan pengorganisasian kerja opini publik di tingkat pusat maupun daerah. Melalui pemahaman, analisis, peramalan, dan bimbingan opini publik, komite Partai dan pemerintah di berbagai tingkatan dinilai memperoleh dasar yang lebih praktis dan ilmiah untuk memimpin, mengarahkan, serta mengorganisasikan implementasi kebijakan, termasuk melakukan penyesuaian dan penyempurnaan agar sesuai dengan kebutuhan pembangunan daerah dan negara, sambil tetap memastikan keselarasan dengan hak serta kepentingan sah rakyat.
Sejumlah delegasi menyoroti peran kerja opini publik dalam memperkuat persatuan di dalam Partai, membangun konsensus sosial, dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan kebijakan utama Partai dan Negara. Perhatian khusus diberikan pada tugas-tugas kunci dan terobosan strategis periode 2026–2030, termasuk kebijakan berdampak luas pada kehidupan politik, ekonomi, dan sosial seperti pembangunan cepat dan berkelanjutan; penyederhanaan struktur organisasi; pengoperasian model pemerintahan daerah dua tingkat; pemberantasan korupsi, pemborosan, dan praktik negatif; mendorong pertumbuhan ekonomi; pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan transformasi digital; serta penjaminan keamanan sosial, pertahanan nasional, keamanan, dan urusan luar negeri.
Menutup lokakarya, Pham Tat Thang mengapresiasi presentasi dan pendapat yang dinilai menghadirkan banyak model baik, pendekatan inovatif, serta pengalaman berharga dari praktik. Menurutnya, kontribusi tersebut memperkaya argumen ilmiah dan praktis untuk pembaruan kerja opini publik di era baru.
Berdasarkan pengalaman praktik dan kebutuhan yang ada, Pham Tat Thang menyarankan agar kerja opini publik mengikuti secara saksama pelaksanaan Resolusi Kongres Partai ke-14, memahami realitas kehidupan serta pemikiran dan aspirasi kader, anggota Partai, dan rakyat. Ia juga menekankan pentingnya segera mengidentifikasi isu-isu baru, kesulitan, dan hambatan dalam proses pelaksanaan, guna memberi masukan kepada komite dan otoritas Partai tentang solusi yang tepat.
Ia menegaskan bahwa kerja opini publik tidak cukup berhenti pada pengumpulan, sintesis, dan penyampaian informasi. Kapasitas analisis, evaluasi, prediksi, dan perencanaan strategi perlu ditingkatkan dengan mengintegrasikan metode penelitian tradisional dan modern, menggabungkan pemahaman langsung terhadap opini publik dengan pemantauan serta analisis informasi di lingkungan digital, serta meningkatkan kualitas analisis dan proyeksi.