Jayapura — Aspirasi mahasiswa Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, Papua, terkait transparansi hasil seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Jalur Mandiri Seleksi Bersama (JMSB) 2026 akan disampaikan kepada pimpinan universitas untuk dibahas dalam rapat pimpinan.
Hal itu disampaikan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Uncen, Dr. Septinus Saa, saat menemui mahasiswa yang melakukan pemalangan di Gapura Uncen Atas, Perumnas III Waena, Kota Jayapura, Rabu (24/6/2026).
Aksi tersebut diikuti mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas (DPMF) dari sembilan fakultas. Mereka menuntut keterbukaan hasil seleksi penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri seleksi bersama tahun 2026.
Septinus Saa menyatakan dirinya tidak memiliki kewenangan mengambil keputusan terkait persoalan akademik yang menjadi tuntutan mahasiswa. Menurutnya, setiap keputusan harus dibahas dan disepakati melalui rapat pimpinan universitas.
“Semua harus diputuskan melalui kesepakatan pimpinan dan manajemen. Saya sendiri tidak bisa mengambil keputusan,” ujarnya.
Ia menambahkan, tugas dan tanggung jawabnya berkaitan dengan urusan kemahasiswaan dan alumni, sementara persoalan akademik menjadi kewenangan Wakil Rektor I dan jajaran yang membidangi akademik.
“Saya ini pimpinan yang mengurus mahasiswa dan alumni. Tidak ada kaitannya dengan akademik. Itu wilayah Wakil Rektor I, Kepala Biro, dan harus disikapi oleh seluruh pimpinan secara lengkap,” ucapnya.
Septinus Saa mengatakan aspirasi mahasiswa sebenarnya sudah diketahui pihak universitas. Namun, karena sejumlah pimpinan sedang memiliki agenda lain dan berada di luar daerah, aspirasi tersebut diterima terlebih dahulu untuk kemudian disampaikan kepada pimpinan universitas dan dibahas dalam rapat.
“Aspirasi yang disampaikan ini sudah diketahui. Hari ini kami terima dan akan kami sampaikan kepada pimpinan untuk dirapatkan sehingga ada keputusan,” katanya.
Terkait permintaan mahasiswa soal kepastian waktu tanggapan kampus, ia menyebut rapat pimpinan kemungkinan dapat dilaksanakan paling cepat pada Jumat pekan ini. Ia juga meminta mahasiswa menyiapkan perwakilan untuk hadir dalam pertemuan tersebut.
Sementara itu, koordinator lapangan aksi, Enes Dapla, menyatakan pihaknya menunggu jawaban rektorat dalam waktu dekat. Jika tidak ada tanggapan yang dinilai baik dari pimpinan universitas, mahasiswa menyatakan akan kembali memalang akses masuk ke kampus.
“Tuntut mahasiswa jelas berdasarkan data yang dihimpun, terdapat sekitar 500 calon mahasiswa yang tidak lolos seleksi,” kata Enes.
Ia meminta Rektor Universitas Cenderawasih melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses penerimaan mahasiswa baru, termasuk pada tingkat fakultas.
“Kami berharap Bapak Rektor mengevaluasi seluruh jajaran di bawahnya, termasuk pimpinan fakultas. Banyak adik-adik kami yang tidak lolos, sehingga kami meminta adanya upaya untuk mengakomodir mereka,” ujarnya.
Enes juga menyampaikan usulan agar calon mahasiswa yang tidak diterima pada pilihan program studi pertama dapat dipertimbangkan untuk ditempatkan pada pilihan kedua atau program studi lain yang masih memiliki kapasitas.
Menurutnya, sejumlah fakultas diduga menerapkan pembatasan kuota yang tidak dijelaskan secara terbuka kepada publik. Kondisi itu dinilai menjadi salah satu penyebab banyaknya calon mahasiswa Papua tidak memperoleh kesempatan melanjutkan kuliah di Universitas Cenderawasih.
“Kami meminta agar kuota di fakultas-fakultas yang membatasi penerimaan mahasiswa dapat dievaluasi dan ditingkatkan sehingga lebih banyak anak-anak Papua dapat diterima,” katanya.
Selain penambahan kuota, mahasiswa juga menuntut peningkatan transparansi pelaksanaan seleksi penerimaan mahasiswa baru pada tahun-tahun mendatang, termasuk evaluasi mekanisme pembagian kuota pada berbagai jalur penerimaan, yakni Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), maupun jalur mandiri.
“Kami datang hari ini untuk meminta kejelasan dan transparansi. Kami ingin mengetahui bagaimana pembagian kuota di setiap jalur penerimaan mahasiswa baru, serta berapa jumlah mahasiswa yang diterima pada masing-masing fakultas,” kata Enes.