Aktivitas safari politik yang intens dilakukan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) setelah purna tugas memicu diskusi di kalangan pengamat tata kelola pemerintahan.
Pakar Manajemen Publik, Nandang Sutisna, menilai fenomena tersebut mencerminkan persoalan klasik dalam kepemimpinan publik di Indonesia, yakni kegagalan membedakan antara kekuatan personal dan kekuatan sistem.
Menurut Nandang, terdapat kecenderungan mantan pemimpin terjebak dalam kondisi yang ia sebut sebagai “Leadership Delusion”. Dalam perspektif ilmu manajemen publik, istilah ini merujuk pada situasi ketika seorang mantan pemimpin meyakini secara berlebihan bahwa seluruh keberhasilan yang dicapai selama menjabat semata-mata merupakan hasil kapasitas pribadinya.