PAM Bandarmasih Pertahankan Opini WTP 26 Tahun Beruntun, Paparkan Hasil Audit dan Prioritaskan Perbaikan Layanan

PAM Bandarmasih Pertahankan Opini WTP 26 Tahun Beruntun, Paparkan Hasil Audit dan Prioritaskan Perbaikan Layanan

BANJARMASIN — PAM Bandarmasih menggelar ekspose neraca komparatif hasil audit per 31 Desember 2024 dan 31 Desember 2025 di Aula PAM Bandarmasih. Kegiatan ini dipimpin Direktur Utama PAM Bandarmasih Zulbadi, didampingi Direktur Operasional Irwan Firmana dan Direktur Umum dan Pemasaran Yulia Riana Sari, serta dihadiri Ketua Dewan Komisaris PAM Bandarmasih Edy Wibowo.

Ekspose neraca komparatif tersebut disebut sebagai bentuk tanggung jawab PAM Bandarmasih sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang transparan, akuntabel, dan profesional. Penyampaian hasil audit kepada publik juga menjadi bagian dari penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG).

Berdasarkan hasil audit, laba PAM Bandarmasih pada tahun buku 2025 dilaporkan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Perusahaan juga kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), sehingga mempertahankan predikat tersebut selama 26 tahun berturut-turut.

Zulbadi menyampaikan bahwa kinerja perusahaan juga menunjukkan peningkatan berdasarkan penilaian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Menurutnya, nilai penilaian PUPR naik dari 4,12 pada 2024 menjadi 4,23 pada 2025. Sementara itu, hasil evaluasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menempatkan PAM Bandarmasih tetap dalam kategori sehat.

Ia mengatakan capaian tersebut menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, terutama bagi pelanggan di wilayah Banjarmasin Barat dan Banjarmasin Utara yang masih belum terlayani selama 24 jam. “Wilayah yang pelayanannya belum 24 jam menjadi prioritas perusahaan saat ini,” kata Zulbadi.

Ketua Dewan Komisaris PAM Bandarmasih Edy Wibowo menambahkan, peningkatan pelayanan di Banjarmasin Barat dan Banjarmasin Utara perlu diprioritaskan karena kondisi jaringan pipa yang sudah tua serta tingginya kepadatan penduduk. Ia berharap langkah tersebut dapat membuat distribusi air semakin lancar dan seluruh masyarakat terlayani dengan baik.

Edy juga memastikan program peningkatan pelayanan itu tidak akan diikuti dengan kenaikan tarif air bagi pelanggan. Selain itu, ia menyebut perusahaan tetap berkontribusi terhadap pembangunan daerah melalui penyetoran dividen kepada Pemerintah Kota Banjarmasin serta memenuhi kewajiban perpajakan secara tertib dan tepat waktu.