Penunjukan Sejumlah Komisaris BUMN Disorot Publik, Muncul Pertanyaan soal Meritokrasi

Penunjukan Sejumlah Komisaris BUMN Disorot Publik, Muncul Pertanyaan soal Meritokrasi

Pengangkatan sejumlah komisaris di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kembali menjadi perhatian publik. Sejumlah nama yang berasal dari kalangan politisi, relawan pemenangan pemilu presiden, hingga figur industri hiburan ditunjuk untuk mengisi posisi komisaris di beberapa perusahaan pelat merah.

Fenomena ini memicu beragam tanggapan di media sosial. Warganet mempertanyakan sejauh mana kompetensi, rekam jejak profesional, dan penerapan prinsip meritokrasi menjadi pertimbangan dalam proses penunjukan pejabat di lingkungan BUMN.

Perdebatan semakin ramai setelah beredar unggahan berisi daftar nama komisaris BUMN di berbagai platform. Berikut deretan nama yang ramai disorot:

1. Grace Natalie – Komisaris MIND ID
Grace Natalie, politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), ditunjuk sebagai komisaris di Mining Industry Indonesia (MIND ID) atau Holding Industri Pertambangan Indonesia pada Selasa, 11 Juni 2024. Ia diketahui pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024.

2. Fauzi Baadilla – Komisaris Independen PT Pos Indonesia (Persero)
Penunjukan Fauzi Baadilla sebagai Komisaris Independen PT Pos Indonesia turut menyita perhatian. Selama ini ia lebih dikenal sebagai aktor dan figur publik di dunia hiburan sebelum dipercaya mengemban jabatan tersebut.

3. Ginka Febriyanti Ginting – Komisaris PT Pertamina Retail
Ginka Febriyanti Ginting ditunjuk sebagai Komisaris PT Pertamina Retail dan diumumkan pada Kamis, 25 Juni 2026. Ia juga disebut aktif di organisasi BISON Indonesia yang pernah dikaitkan dengan relawan pendukung Prabowo-Gibran serta dukungan politik di Pilgub Banten 2024. Dalam pemberitaan yang beredar, ia pernah disebut sebagai koordinator demo bayaran.

4. Isra Daming Pramulya – Komisaris PT Brantas Abipraya (Persero)
PT Brantas Abipraya (Persero) melantik Isra D. Pramulya sebagai komisaris. Pengangkatan lulusan Ilmu Politik Universitas Hassanudin ini disorot karena latar belakangnya yang aktif di kepengurusan Partai Gerindra. Isra diketahui menjabat sebagai Sekretaris DPD Sulawesi Barat dan Sekretaris Tim Kampanye Daerah Prabowo-Gibran pada pilpres lalu.

5. Siti Zahra Aghnia – Komisaris Independen PT Pertamina Patra Niaga
Siti Zahra Aghnia ditetapkan sebagai Komisaris Independen Pertamina Patra Niaga pada 1 Februari 2024. Ia merupakan istri dari Arief Rosyid Hasan, Komandan TKN Fanta dalam tim pemenangan Prabowo–Gibran pada Pilpres 2024.

6. Prabu Revolusi – Komisaris Independen PT Kilang Pertamina Internasional (KPI)
Prabunindya Revta Revolusi atau Prabu Revolusi ditunjuk sebagai Komisaris Independen PT Kilang Pertamina Internasional (KPI). Sebelumnya, ia dikenal sebagai Deputi Komunikasi 360 Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo–Mahfud Md pada Pilpres 2024. Dalam perjalanan kontestasi politik, ia kemudian menyatakan dukungannya kepada pasangan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka.

7. Felicitas Tallulembang – Komisaris Independen PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk
Felicitas Tallulembang ditetapkan sebagai Komisaris Independen PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 17 Mei 2024. Selain aktif sebagai kader Partai Gerindra, ia pernah menjadi anggota DPR RI periode 2014–2019 dan dilantik melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW) pada 3 Oktober 2017.

8. Mufli Ananda – Komisaris PT Krakatau Posco
Mufli Ananda, yang disebut sebagai asisten Raffi Ahmad, ditunjuk sebagai Komisaris PT Krakatau Posco. Dalam susunan perusahaan, posisi Komisaris Utama ditempati Brigjen TNI Bambang Sudono Sastroprawiro, sementara jabatan Presiden Direktur masih dipegang Kim Young-Joong. Mufli diketahui lulusan D3 Politeknik Bunda Kandung jurusan Teknik Listrik. Setelah lulus, ia sempat mengambil Program Studi Teknik Industri di Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) namun tidak selesai.

9. Taufik Hidayat – Komisaris PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI)
Eks pebulutangkis Taufik Hidayat ditetapkan sebagai Komisaris PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) pada 9 Juli 2025. Ia juga masih menjabat sebagai Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga. Dalam catatan politik, Taufik sempat bergabung sebagai kader Partai Demokrat, lalu maju sebagai calon anggota legislatif DPR dari Partai Gerindra di Dapil Jabar II, namun tidak lolos ke Senayan.

Yovie Widianto – Komisaris PT Pupuk Indonesia (Persero)
Nama musisi Yovie Widianto juga menjadi perbincangan setelah ditunjuk sebagai Komisaris PT Pupuk Indonesia (Persero). Ia diketahui saat ini juga menjabat sebagai Staf Khusus Bidang Ekonomi Kreatif Kabinet Merah Putih.

Deretan penunjukan tersebut terus memantik diskusi publik, terutama terkait pertimbangan kompetensi dan tata kelola dalam pengisian jabatan strategis di BUMN.