Perdana Menteri menyetujui Rencana Tata Ruang Umum Provinsi Quang Ninh hingga tahun 2050. Berdasarkan keputusan tersebut, cakupan perencanaan mencakup seluruh wilayah administratif Quang Ninh dengan luas daratan sekitar 6.232,4 km² serta wilayah laut sebagaimana diatur dalam peraturan.
Rencana ini disusun dengan prinsip pembangunan terpadu antara kawasan perkotaan dan pedesaan, zona ekonomi, kawasan industri, jasa, pariwisata, pelabuhan, gerbang perbatasan, serta pelestarian warisan alam dan budaya.
Tujuan utamanya adalah mengembangkan Quang Ninh menjadi kota modern, cerdas, hijau, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi pusat pertumbuhan nasional yang penting. Provinsi ini juga diarahkan sebagai pusat layanan internasional dan pariwisata, industri modern, ekonomi maritim, logistik, dan inovasi. Dalam kerangka itu, Quang Ninh ditargetkan menjadi wilayah dengan kualitas hidup tinggi, infrastruktur terintegrasi, lingkungan ekologis terlindungi, serta mampu beradaptasi efektif terhadap perubahan iklim.
Untuk tahapan pengembangan, pada 2030 Quang Ninh menargetkan posisi sebagai pusat layanan dan pariwisata internasional, gerbang perdagangan nasional, penyedia layanan berkualitas tinggi, serta pusat manufaktur teknologi tinggi. Pada 2040, provinsi ini bercita-cita menjadi model kota pesisir nasional yang beradab dan modern, dengan infrastruktur cerdas serta tata kelola perkotaan yang baik. Sementara pada 2050, Quang Ninh diproyeksikan menjadi kota bernilai warisan internasional, pusat ekonomi maritim, dan gerbang perdagangan penting antara Vietnam dan Asia Tenggara.
Rencana tersebut juga menetapkan proyeksi populasi, pariwisata, dan kebutuhan ruang perkotaan. Pada 2030, populasi perkotaan diperkirakan sekitar 2,23–2,32 juta jiwa, dengan sekitar 1,75 juta merupakan penduduk tetap. Pada 2040, populasi diproyeksikan mencapai 2,98–3,10 juta jiwa, dan pada 2050 menjadi sekitar 3,60–3,80 juta jiwa.
Di sektor pariwisata, Quang Ninh menargetkan kunjungan 28–30 juta wisatawan pada 2030, termasuk 9–10 juta wisatawan internasional. Pada 2050, jumlah kunjungan diproyeksikan meningkat menjadi 40–45 juta wisatawan, dengan 13–15 juta di antaranya wisatawan internasional.
Dari sisi struktur ruang, rencana mendefinisikan model perkotaan multipolar, multi-pusat, multi-lapisan, dan multi-tingkat. Ruang pembangunan diorganisasikan sepanjang koridor perkotaan pesisir, koridor pulau dan pesisir, serta koridor ekologi perbukitan dan pegunungan. Quang Ninh juga dibagi menjadi zona pembangunan sosial-ekonomi, meliputi zona perkotaan barat, zona perkotaan timur, zona pulau dan pesisir selatan, serta zona perbukitan dan pegunungan utara.
Pusat-pusat dinamis yang ditetapkan mencakup Ha Long, Mong Cai, Van Don, Quang Yen, serta kawasan warisan Yen Tu–Teluk Ha Long. Ha Long diarahkan sebagai pusat pariwisata dan layanan internasional yang terkait dengan pelestarian dan promosi nilai Situs Warisan Alam Dunia Teluk Ha Long. Mong Cai diposisikan sebagai gerbang perbatasan sekaligus pusat perdagangan, logistik, dan kerja sama lintas batas. Van Don tetap berorientasi sebagai zona ekonomi maritim, pariwisata resor, layanan kelas atas, dan inovasi. Adapun Quang Yen diarahkan sebagai zona ekonomi pesisir, industri teknologi tinggi, logistik, pelabuhan, dan kawasan perkotaan modern.
Rencana ini menekankan pelestarian dan promosi nilai warisan budaya serta perlindungan lanskap. Sejumlah wilayah seperti Teluk Ha Long, Yen Tu, Bai Tu Long, Co To, Van Don, Binh Lieu, dan Tien Yen diarahkan untuk pengembangan yang terkait dengan ekowisata, wisata budaya, wisata resor, serta upaya perlindungan lanskap. Dokumen tersebut juga menegaskan perlunya pengendalian ketat terhadap pembangunan perkotaan, pembangunan industri, eksploitasi mineral, reklamasi lahan, dan aktivitas lain yang dapat berdampak negatif terhadap lingkungan, situs warisan budaya, hutan, dan pulau.
Di bidang transportasi, Quang Ninh melanjutkan pengembangan jaringan konektivitas regional dan internasional. Jalan tol Hai Phong–Ha Long–Van Don–Mong Cai serta poros transportasi yang menghubungkan Hanoi, Hai Phong, Bac Ninh, Lang Son, dan gerbang perbatasan disebut sebagai fondasi penting untuk memperluas ruang pengembangan. Pengembangan sistem pelabuhan laut, jalur air pedalaman, kereta api, Bandara Van Don, serta transportasi umum juga dilakukan secara serentak untuk mendukung ekonomi maritim, pariwisata, logistik, dan perdagangan internasional.
Untuk infrastruktur teknis, rencana mensyaratkan pengembangan layanan air bersih, drainase, pengolahan air limbah, pengelolaan sampah padat, pasokan listrik, penerangan, telekomunikasi, serta infrastruktur digital yang modern, efisien sumber daya, dan menekan emisi. Pada 2050, kebutuhan air di Quang Ninh diproyeksikan mencapai sekitar 1,8 juta m³ per hari. Sistem pengumpulan dan pengolahan air limbah dari kawasan perkotaan, industri, pariwisata, dan perumahan juga ditargetkan diinvestasikan secara menyeluruh untuk membatasi pencemaran lingkungan.
Rencana tata ruang ini turut memuat langkah penanganan perubahan iklim dan mitigasi bencana. Fokusnya meliputi perlindungan hutan bakau dan hutan lindung, pengendalian banjir dan erosi pantai, serta perlindungan sumber daya air dan ekosistem laut. Wilayah pesisir, tepi sungai, pulau, dan perbukitan diharuskan mengendalikan ketinggian tanah, kepadatan bangunan, dan drainase permukaan, disertai alokasi ruang hijau, taman, danau pengatur, serta koridor ekologis untuk meningkatkan ketahanan wilayah.