Politeknik Agraria STPN Tawarkan Empat Prodi Agraria dan Tata Ruang, Kuota 350 Taruna untuk 2026/2027

Politeknik Agraria STPN Tawarkan Empat Prodi Agraria dan Tata Ruang, Kuota 350 Taruna untuk 2026/2027

Memilih program studi menjadi keputusan penting bagi siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Namun, tidak sedikit calon mahasiswa yang masih ragu menentukan jurusan karena belum memiliki gambaran jelas mengenai bidang yang ingin ditekuni maupun peluang karier ke depan.

Bagi lulusan SMA maupun SMK yang berminat pada bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang, Politeknik Agraria STPN di bawah naungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menawarkan empat program studi sarjana terapan. Keempatnya dirancang untuk menjawab kebutuhan sumber daya manusia profesional di sektor tersebut.

Program yang tersedia meliputi Sarjana Terapan Survei dan Pemetaan Informasi Pertanahan (SPIP), Sarjana Terapan Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan (MPRP), Sarjana Terapan Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah (KMPT), serta Sarjana Terapan Pertanahan.

Program Studi SPIP ditujukan bagi calon taruna yang tertarik pada pengukuran, pemetaan, teknologi geospasial, dan analisis data spasial. Materi yang dipelajari mencakup teknik pengukuran tanah, sistem informasi geografis (SIG), pemetaan digital, fotogrametri, hingga pengolahan data spasial berbasis teknologi modern. Taruna SPIP, Dandi Resando, mengatakan ketertarikannya muncul karena perpaduan praktik lapangan dan pemanfaatan teknologi terkini. “Kami tidak hanya mempelajari teori di kelas, tetapi juga melakukan pengukuran dan pemetaan langsung di lapangan. Teknologi geospasial yang terus berkembang menjadi daya tarik tersendiri karena memiliki peran penting dalam pembangunan dan pengelolaan pertanahan,” ujarnya.

Sementara itu, Program Studi MPRP dinilai sesuai bagi calon mahasiswa yang berminat pada perencanaan wilayah, tata ruang, kebijakan publik, serta pelayanan pertanahan. Selama perkuliahan, mahasiswa dibekali pengetahuan tentang penataan ruang, administrasi pertanahan, pelayanan pertanahan berbasis elektronik, hingga analisis kebijakan agraria dan tata ruang. Taruni MPRP, Ayu Hanan Mutia, menyebut ketertarikannya berawal dari keinginan memahami proses perencanaan suatu wilayah. “Saya melihat masih banyak persoalan tata ruang di berbagai daerah. Karena itu saya ingin mempelajari bagaimana perencanaan tata ruang dapat mendukung pembangunan yang lebih tertata dan berkelanjutan,” katanya.

Untuk calon mahasiswa yang tertarik pada pelayanan publik, administrasi, serta kebijakan pertanahan, program KMPT menjadi salah satu pilihan. Fokus pembelajarannya meliputi pengelolaan data pertanahan, sistem pendaftaran tanah, pelayanan berbasis elektronik, serta tata kelola administrasi pertanahan yang modern dan efektif. Taruna KMPT, Rizaldi Secondia Putra, mengaku lebih tertarik pada aspek regulasi dan pelayanan publik dibandingkan bidang teknis pengukuran. “Di KMPT saya belajar memahami proses pendaftaran tanah serta bagaimana kebijakan pertanahan dapat memberikan kepastian hukum dan perlindungan hak masyarakat,” ujarnya.

Adapun Program Studi Sarjana Terapan Pertanahan menawarkan cakupan pembelajaran yang lebih luas, mulai dari hukum agraria, penyelesaian sengketa tanah, pengadaan tanah untuk pembangunan, hingga pengendalian pemanfaatan ruang. Program ini disebut cocok bagi calon mahasiswa yang memiliki kemampuan analitis dan tertarik mempelajari hubungan antara aspek hukum, masyarakat, dan pengelolaan sumber daya tanah. Taruni asal Kabupaten Karangasem, Bali, Ni Putu Arista Pradnyaswari, mengatakan alasan memilih prodi tersebut karena banyak kesempatan praktik lapangan. “Saya senang mencoba hal baru dan menyukai kegiatan di luar ruangan. Saat mencari informasi tentang Politeknik Agraria STPN, saya melihat banyak kegiatan praktik lapangan serta interaksi langsung dengan masyarakat,” tuturnya.

Dalam Seleksi Penerimaan Taruna Baru Tahun Akademik 2026/2027, Politeknik Agraria STPN menyediakan kuota 350 calon taruna. Kuota itu terdiri atas jalur umum 260 orang, jalur tugas belajar bagi ASN atau pegawai yang mendapat penugasan dari Kementerian ATR/BPN sebanyak 60 orang, serta jalur kerja sama pemerintah daerah sebanyak 30 orang.

Dengan pilihan program studi yang semakin beragam dan spesifik, Politeknik Agraria STPN membuka kesempatan bagi calon taruna untuk memilih bidang pendidikan sesuai minat, bakat, dan rencana karier. Bagi lulusan SMA maupun SMK yang ingin berkarier di bidang pertanahan, tata ruang, dan agraria, Politeknik Agraria STPN dapat menjadi salah satu perguruan tinggi vokasi yang dipertimbangkan.