Presiden Prabowo Subianto menargetkan perampingan besar-besaran jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari sekitar 1.000 perusahaan menjadi sekitar 250 perusahaan. Kebijakan ini disebut bertujuan meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan aset negara.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta, Minggu. Dalam pidatonya, ia menegaskan pemerintah ingin membentuk BUMN yang lebih rasional, efisien, dan akuntabel.
Prabowo menyebut penataan BUMN ditargetkan rampung pada tahun ini. Ia juga menyatakan harapannya agar dalam dua tahun ke depan, BUMN dapat bekerja lebih optimal serta memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan rakyat.
Menurut Prabowo, proses penertiban sudah berjalan bertahap. Ia mengatakan lebih dari 200 perusahaan telah ditutup dari total sekitar 1.000 BUMN yang ada. Penataan itu akan dilanjutkan hingga jumlahnya menyisakan sekitar 250 perusahaan.
Prabowo menilai banyaknya BUMN selama ini memunculkan beban organisasi yang tinggi dan tidak efisien, termasuk terkait struktur direksi dan komisaris pada perusahaan-perusahaan yang dinilai tidak menghasilkan keuntungan bagi negara. Ia menyoroti dampak finansial dari biaya operasional dan overhead yang tetap harus ditanggung.
“750 Dirut, 750 Direksi, kali 4 atau kali 5, 750 Komisaris kali 10. Overhead-nya kayak apa, gajinya kayak apa saudara-saudara. Ini uang rakyat semua. Perusahaan tidak untung hanya bayar overhead,” kata Prabowo.
Ia menyampaikan target pengurangan BUMN tersebut secara langsung kepada Kepala BP BUMN Dony Oskaria dalam acara yang sama. “Bagaimana Pak Dony? Ujungnya kita bisa berapa BUMN? Ujungnya nanti 250. Bayangkan, lebih dari 750 kita tutup,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menanggapi usulan dari kalangan akademisi mengenai alokasi sebagian laba BUMN untuk riset dan inovasi. Ia menilai usulan tersebut baik, namun menekankan pentingnya profitabilitas dan kesehatan keuangan perusahaan sebagai prasyarat.
“Ini bagus usulnya. Masalahnya, BUMN-BUMN ini ada labanya enggak? Sekarang mulai ada. Terima kasih, Danantara terima kasih. Satu tahun ini sudah mulai ada laba,” kata Prabowo.
Prabowo menekankan, fokus pemerintah saat ini adalah memastikan BUMN sehat secara finansial dan mampu menghasilkan keuntungan berkelanjutan. Dengan kondisi itu, dukungan pendanaan untuk riset dan inovasi dinilai dapat dilakukan secara lebih konsisten dan berdampak.