Raja Inggris Charles III diperkirakan akan mengungkap besaran pajak pribadi yang dibayarkannya pada Kamis (26/6). Langkah ini dinilai sebagai upaya meningkatkan transparansi keuangan Kerajaan Inggris di tengah sorotan publik terhadap keluarga kerajaan.
Menurut laporan media Inggris, informasi tersebut akan disampaikan dalam pengarahan tahunan Sovereign Grant atau hibah kedaulatan, yakni mekanisme pendanaan monarki yang bersumber dari dana publik.
Jika terealisasi, Charles akan menjadi raja Inggris pertama yang secara terbuka mengungkap tagihan pajak pribadinya sejak naik takhta pada 2022 setelah wafatnya Ratu Elizabeth II. Saat masih menyandang gelar Pangeran Wales, Charles disebut telah beberapa kali mempublikasikan informasi serupa.
Putra mahkota William, Prince of Wales, juga diperkirakan akan mengikuti langkah tersebut dalam laporan keuangannya sendiri.
Dorongan transparansi terhadap monarki meningkat setelah berbagai kontroversi yang melibatkan adik Charles, Andrew Mountbatten-Windsor, yang sebelumnya dikenal sebagai Pangeran Andrew. Kasus tersebut memicu tuntutan dari publik dan anggota parlemen agar pengelolaan keuangan kerajaan lebih terbuka.
BBC, mengutip sumber istana, melaporkan keputusan untuk mengungkap pembayaran pajak merupakan inisiatif pribadi Raja Charles guna meningkatkan pemahaman publik dan akuntabilitas institusi monarki.
Sejak awal pemerintahannya, Charles juga disebut berupaya merampingkan ukuran monarki dan menekan biaya operasional, di tengah meningkatnya perdebatan mengenai peran monarki dalam demokrasi modern.
Berdasarkan daftar orang terkaya Inggris yang diterbitkan Sunday Times tahun 2026, kekayaan pribadi Charles diperkirakan mencapai 680 juta poundsterling atau sekitar Rp15 triliun.
Meski secara hukum tidak diwajibkan membayar pajak penghasilan, raja secara sukarela membayar pajak atas pendapatan pribadinya. Praktik tersebut pertama kali diterapkan oleh Elizabeth II pada 1993 setelah muncul kritik publik terkait pembiayaan renovasi Kastil Windsor pascakebakaran besar.
Pendapatan pribadi Charles terutama berasal dari kepemilikan pribadi kerajaan, termasuk perkebunan Balmoral di Skotlandia dan Sandringham di Inggris timur, serta portofolio tabungan dan investasinya. Sementara itu, dana yang digunakan untuk menjalankan tugas-tugas resmi kerajaan tidak dikenakan pajak.
Adapun sumber pendapatan utama Pangeran William berasal dari Kadipaten Cornwall, portofolio lahan dan investasi yang dikelola untuk pewaris takhta Inggris. Pada tahun lalu, aset tersebut membukukan keuntungan sekitar 22,9 juta poundsterling.