Kebijakan penataan ulang desa, dusun, dan komunitas selama ini diarahkan untuk merampingkan organisasi di tingkat akar rumput, meningkatkan efektivitas serta efisiensi pengelolaan negara, dan mengoptimalkan sumber daya masyarakat. Namun pengalaman di wilayah pegunungan dan perbatasan menunjukkan, ukuran penduduk atau jumlah rumah tangga tidak dapat dijadikan satu-satunya dasar dalam menentukan penggabungan unit permukiman.
Di Komune Son Lam, Provinsi Nghe An, seluruh 13 dusun dinyatakan tidak termasuk dalam rencana reorganisasi berdasarkan Rencana No. 488 dari Komite Rakyat Provinsi Nghe An. Menindaklanjuti ketentuan tersebut, Komite Rakyat Komune Son Lam menyusun rencana penataan dusun dan menggelar konsultasi publik untuk melengkapi berkas sesuai prosedur.
Pimpinan komune menyatakan, penyusunan rencana dilakukan melalui peninjauan menyeluruh terhadap kondisi tiap dusun, dengan mempertimbangkan topografi, jumlah penduduk, akses transportasi, fasilitas budaya, aspek pertahanan dan keamanan nasional, serta kebutuhan pengelolaan setempat. Pertimbangan itu dimaksudkan agar kebijakan sesuai dengan karakter wilayah perbatasan dan daerah yang dihuni mayoritas kelompok etnis minoritas.
Saat ini Son Lam memiliki 13 dusun dengan total 2.873 rumah tangga, yakni Thanh Yen, Thanh Duong, Thanh Lam, Thanh Tien, Binh Yen, Thanh Lam, Cha Coong, Tan Tien, Ban Ma, Tan Lam, Tan Ngoc, Tan Sang, dan Tan Hop. Hasil peninjauan menunjukkan seluruh dusun memiliki kurang dari 350 rumah tangga, sehingga tidak memenuhi standar jumlah rumah tangga yang berlaku saat ini. Meski demikian, pemerintah setempat menilai penggabungan berdasarkan satu kriteria tersebut berpotensi menimbulkan persoalan di lapangan.
Son Lam merupakan komune perbatasan di kawasan pegunungan terpencil di barat daya Nghe An. Wilayah ini berbatasan sepanjang 22.415 km dengan Distrik Xaychampon, Provinsi Bolykhamxay (Laos), menjadi lokasi Pos Penjaga Perbatasan Ngoc Lam, dan memiliki kawasan hutan lindung yang luas. Luas alami komune mencapai 162,94 km² dengan populasi 12.268 jiwa, di mana 95,7% merupakan kelompok etnis minoritas. Delapan kelompok etnis hidup berdampingan di wilayah ini: Thai, Khơ Mú, Ơ Đu, Tày, H'Mông, Mường, Thổ, dan Kinh. Seluruh dusun berada di area yang dikategorikan sangat sulit.
Komune ini juga bukan wilayah yang belum pernah melakukan penataan. Son Lam terbentuk dari penggabungan dua komune relokasi, Thanh Son dan Ngoc Lam, yang didirikan pada 2006 saat pelaksanaan Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Ban Ve. Pada 2019, kedua komune tersebut melakukan reorganisasi besar: Thanh Son mengurangi jumlah dusun dari 16 menjadi 7, sementara Ngoc Lam dari 14 menjadi 6. Total dusun di wilayah itu turun dari 30 menjadi 13. Setelah penataan tersebut, struktur organisasi, kehidupan masyarakat, fasilitas budaya, dan model pemerintahan mandiri di tingkat komunitas berangsur stabil. Karena itu, reorganisasi lanjutan dalam waktu dekat dinilai berisiko menimbulkan gangguan baru jika tidak direncanakan secara cermat, terutama di kawasan relokasi, pegunungan, dan perbatasan.
Salah satu pertimbangan utama adalah kondisi geografis dan kemampuan pengelolaan di lapangan. Berbeda dengan wilayah dataran rendah, dusun-dusun di Son Lam memiliki wilayah alami luas dengan permukiman yang tersebar. Banyak titik hunian berada di sepanjang aliran sungai, lereng gunung, dan perbukitan, bahkan ada lokasi yang hanya memiliki satu jalur akses. Pada musim hujan, longsor, banjir, dan isolasi lokal kerap terjadi, sehingga berdampak langsung pada transportasi dan pengelolaan pemerintahan setempat.
Sejumlah dusun memiliki cakupan wilayah administratif yang besar. Tan Tien memiliki luas lebih dari 717 hektar dengan 301 rumah tangga; Tan Ngoc lebih dari 647 hektar dengan 343 rumah tangga; Thanh Duong hampir 540 hektar dengan 306 rumah tangga; dan Thanh Lam lebih dari 462 hektar dengan 296 rumah tangga. Pemerintah komune menilai, meski beberapa dusun mendekati kriteria jumlah rumah tangga, luas wilayah yang harus dikelola juga sangat besar.
Dalam skenario penggabungan, misalnya jika Thanh Yen digabung dengan Thanh Duong, dusun baru diperkirakan memiliki sekitar 467 rumah tangga, hampir 2.000 penduduk, dan luas sekitar 880 hektar. Dengan medan perbukitan yang terfragmentasi, skala ini dinilai akan memberi tekanan besar pada administrasi lokal.
Dari sisi sumber daya manusia, seluruh komune saat ini memiliki 38 petugas paruh waktu yang bekerja di 13 dusun, termasuk sekretaris cabang Partai, kepala dusun, dan kepala komite Front Tanah Air. Dusun Chà Coong masih memiliki posisi sekretaris cabang Partai yang kosong. Selain itu, terdapat 130 orang yang terlibat langsung dalam kegiatan di tingkat dusun. Pemerintah setempat menilai, jika cakupan pengelolaan semakin meluas, pemantauan penduduk, pengelolaan lahan, perlindungan hutan, pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan, serta pelaksanaan tugas di tingkat akar rumput akan semakin sulit dilakukan.
Untuk dusun yang lebih kecil seperti Thanh Tien (101 rumah tangga), Thanh Lam (115 rumah tangga), dan Binh Yen (141 rumah tangga), persoalan utama bukan semata jumlah rumah tangga, melainkan keterpencilan, jarak geografis, dan kondisi transportasi. Jika digabung, warga berpotensi harus menempuh jarak lebih jauh untuk mengikuti kegiatan komunitas atau mengurus urusan di dusun.
Aspek sosial-budaya juga menjadi pertimbangan. Dusun-dusun di Son Lam telah menjadi ruang komunitas yang terbentuk dan stabil selama bertahun-tahun. Keragaman etnis membuat identitas budaya, bahasa, adat istiadat, dan cara hidup masing-masing komunitas perlu diperhitungkan dalam opsi penataan. Thanh Yen dan Thanh Lam memiliki populasi Khơ Mú yang besar, sementara Thanh Duong, Thanh Lam, dan sejumlah dusun lain didominasi warga Thai. Pemerintah setempat menilai pola kehidupan yang telah stabil ini terkait erat dengan ruang budaya masing-masing dusun.
Peninjauan juga mencatat 100% dusun memiliki pusat kebudayaan masyarakat. Empat di antaranya—Thanh Yen, Cha Coong, Tan Lam, dan Tan Ngoc—pada dasarnya memenuhi persyaratan penggunaan. Sembilan lainnya belum sepenuhnya memenuhi standar, namun tetap menjadi lembaga penting bagi masyarakat. Sejumlah pusat kebudayaan telah menerima investasi besar, seperti Cha Coong, Tan Lam, dan Tan Ngoc (masing-masing sekitar 1,6 miliar VND), serta Tan Sang (sekitar 1,1 miliar VND). Tan Lam juga memiliki area olahraga seluas 2.634 m². Jika terjadi penggabungan dusun, cakupan layanan dan kemudahan penyelenggaraan aktivitas komunitas dinilai dapat berubah.
Di wilayah perbatasan, faktor pertahanan dan keamanan nasional menjadi pertimbangan utama. Dengan perbatasan sepanjang 22.415 km serta keberadaan Pos Penjaga Perbatasan Ngoc Lam, dusun-dusun di Son Lam rutin berkoordinasi dengan kepolisian, militer, dan pasukan penjaga perbatasan dalam pengelolaan penduduk, perlindungan garis dan penanda batas, perlindungan hutan, serta menjaga keamanan dan ketertiban. Pemerintah setempat menilai, jika skala dusun hasil penggabungan terlalu besar, kemampuan pemantauan wilayah secara rinci dapat menurun dan memengaruhi efektivitas pengelolaan di kawasan perbatasan.
Dusun Tan Lam disebut sebagai contoh menonjol karena merupakan dusun perbatasan yang berbatasan langsung dengan Laos dan menjadi lokasi Pos Penjaga Perbatasan Ngoc Lam. Dusun ini, bersama sejumlah dusun lain, menjalankan tugas pembangunan sosial-ekonomi sekaligus koordinasi pengelolaan penduduk, perlindungan hutan, dan penjagaan keamanan perbatasan. Kondisi tersebut menuntut sistem politik lokal untuk menjaga kontak erat dengan warga serta memahami karakter wilayah secara mendalam.
Komite Rakyat Komune Son Lam menjadwalkan konsultasi publik sesuai Rencana No. 103/KH-UBND tertanggal 17 Juni 2026 sebagai tahapan berikutnya dalam penyelesaian berkas. Konsultasi dilakukan melalui penyebaran kuesioner atau pertemuan dengan perwakilan rumah tangga di setiap dusun. Hasilnya dihimpun per dusun untuk memfinalisasi usulan sebelum diajukan kepada Dewan Rakyat Komune sesuai kewenangannya.
Dari pengalaman Son Lam, pemerintah setempat menilai penataan dusun di daerah pegunungan dan perbatasan tidak dapat diterapkan dengan satu rumus tunggal. Selain kriteria jumlah penduduk dan rumah tangga, diperlukan pertimbangan menyeluruh atas topografi, kapasitas pengelolaan, karakter komunitas, identitas budaya, serta kebutuhan pertahanan dan keamanan nasional. Dalam konteks ini, mempertahankan stabilitas 13 dusun di Son Lam dipandang sebagai penerapan kebijakan yang fleksibel berdasarkan kondisi praktis wilayah, dengan tujuan menjaga kemudahan layanan bagi masyarakat dan stabilitas jangka panjang di kawasan perbatasan.