Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri mencapai 82,4 persen berdasarkan Survei Litbang Kompas yang dilaksanakan pada 9–18 April 2026. Survei itu melibatkan 1.200 responden dan dilakukan melalui wawancara tatap muka.
Angka tersebut meningkat dibandingkan hasil survei pada 2025 yang berada di level 76,2 persen.
Temuan itu mendapat apresiasi dari Sekretaris Jenderal Sahabat Presisi, Rendy Kurniawan. Ia menilai upaya perbaikan internal di institusi kepolisian cukup berhasil dan menjadi indikator tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Polri.
“Hasil survei ini, membuktikan masyarakat mulai bertumbuh rasa kepercayaan nya terhadap kinerja kepolisian. Tentu kinerja dibidang penegakan hukum, pengayom dan pelayan masyarakat,” ujar Rendy Kurniawan dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Selasa, 30 Juni 2026.
Rendy, yang juga praktisi hukum, menekankan hasil survei berbasis ilmiah tersebut dapat menjadi energi positif bagi seluruh jajaran personel Polri. Menurutnya, capaian itu mencerminkan kualitas profesionalisme, pelayanan yang humanis, upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta sikap yang tidak alergi terhadap kritik dan masukan publik.
Ia berharap capaian tersebut dapat dipertahankan, terutama di tengah era digitalisasi dan keterbukaan informasi melalui media sosial. Rendy juga menyebut dukungan masyarakat menjadi salah satu kunci agar Polri dapat menunjukkan penegakan hukum dan kamtibmas yang efektif, serta memberikan kepastian hukum yang dinilai dapat menumbuhkan perekonomian.
“Semoga capaian ini, bisa tetap terjaga oleh Polri. Kita tahu situasi ini era digitalisasi akses keterbukaan semakin mudah dilakukan oleh publik. Sudah seharusnya menjadikan institusi ini semakin profesional dalam penegakan hukum dan kamtibas dapat terlaksana dengan baik, hingga memberikan kepastian hukum yang dapat menumbuhkan perekonomian,” tandasnya.