Survei Litbang Kompas: Kepercayaan Publik terhadap Polri Naik, Pengamat Nilai Reformasi Berjalan

Survei Litbang Kompas: Kepercayaan Publik terhadap Polri Naik, Pengamat Nilai Reformasi Berjalan

Jakarta – Survei terbaru Litbang Kompas mencatat peningkatan penilaian publik terhadap kinerja Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Temuan ini juga menunjukkan kenaikan tingkat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Dalam survei tersebut, 80,6 persen responden menyatakan kinerja Polri membaik. Sementara itu, tingkat kepercayaan publik terhadap Polri tercatat meningkat menjadi 82,4 persen, dari sebelumnya 76,2 persen pada tahun 2025.

Pengamat politik senior Boni Hargens menilai hasil survei itu sebagai indikator empiris yang kredibel untuk membaca arah Reformasi Polri. Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan keseriusan Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, termasuk dalam pembenahan kinerja operasional dan budaya organisasi.

Boni juga menekankan bahwa meningkatnya kepercayaan publik terhadap Polri memiliki arti penting dalam konteks kehidupan demokrasi dan stabilitas pemerintahan. Di tengah dinamika sosial, termasuk aksi protes terhadap sejumlah kebijakan pemerintah, ia memandang keseimbangan antara otoritas negara dan kepercayaan masyarakat menjadi faktor yang turut menentukan.

Dalam kerangka reformasi, Polri mengusung konsep PRESISI (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan) sebagai fondasi transformasi. Konsep ini disebut mendorong pembaruan tidak hanya pada aspek teknis operasional, tetapi juga pada penguatan budaya kerja yang lebih humanis, transparan, dan berorientasi pelayanan publik.

Survei Litbang Kompas dilaksanakan pada 9–18 April 2026 melalui wawancara tatap muka terhadap 1.200 responden di 38 provinsi. Pengambilan sampel menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error 2,83 persen.