Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) merilis hasil survei yang menyoroti pengaruh Presiden Joko Widodo terhadap persepsi publik mengenai Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Survei tersebut menunjukkan adanya korelasi kuat antara citra Jokowi dan penilaian positif masyarakat terhadap PSI.
Direktur Riset dan Kebijakan Politik LPI, Fernando Emas, menyatakan temuan ini menggambarkan realitas politik di Indonesia, di mana kekuatan figur masih menjadi penentu penting dalam membentuk citra partai. Menurutnya, persepsi publik terhadap PSI mengalami pergeseran seiring kedekatan partai tersebut dengan Jokowi.
Survei bertajuk “Pengaruh Sosok Jokowi terhadap Citra PSI dalam Pandangan Masyarakat” dilakukan secara daring pada 10–17 Juni 2026. Sebanyak 1.922 responden dari 32 provinsi ikut berpartisipasi.
Dalam temuan terkait citra, LPI mencatat 70,2 persen responden menilai kedekatan PSI dengan Jokowi berdampak positif terhadap citra partai. Rinciannya, 37,7 persen menyebut kedekatan tersebut dapat meningkatkan citra PSI, 26,4 persen menilai cukup dapat meningkatkan, dan 6,1 persen menyatakan sangat dapat meningkatkan.
Sementara itu, 15,5 persen responden menilai tidak ada peningkatan citra. Sebanyak 10,5 persen menyatakan kedekatan tersebut kurang dapat meningkatkan citra PSI, dan 3,8 persen tidak menjawab.
Survei juga mengukur sejauh mana Jokowi dinilai memengaruhi dukungan masyarakat terhadap PSI. Hasilnya, rata-rata 77,8 persen responden menilai Jokowi memiliki dampak terhadap dukungan publik kepada PSI. Secara lebih rinci, 35,8 persen menyebut berpengaruh, 30,9 persen cukup berpengaruh, dan 11,1 persen sangat berpengaruh.
Adapun 16,9 persen responden menilai pengaruhnya kurang, 3,5 persen menyatakan tidak berpengaruh, dan 1,8 persen tidak menjawab atau tidak tahu.
Selain aspek citra dan dukungan, survei turut menggambarkan asosiasi karakter Jokowi yang dinilai melekat pada PSI. Fernando Emas menyebut persepsi publik terhadap Jokowi sebagai sosok yang merakyat dan memiliki gaya kepemimpinan khas turut memengaruhi cara masyarakat memandang PSI.
Hasil survei menunjukkan 64,9 persen responden menilai PSI sebagai partai yang merakyat. Rinciannya, 30,5 persen menyatakan cukup merakyat, 25,5 persen merakyat, dan 8,9 persen sangat merakyat.
Terkait gaya kepemimpinan, 62,8 persen responden menilai PSI mencerminkan gaya kepemimpinan Jokowi. Rinciannya, 32,3 persen menyebut cukup mencerminkan, 24,6 persen mencerminkan, dan 5,9 persen sangat mencerminkan.
Dalam paparan hasil survei tersebut, Fernando Emas juga menyinggung Kaesang Pangarep sebagai Ketua Umum PSI.