Survei terbaru Puspoll Indonesia menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden berada di angka 64,8 persen. Meski mayoritas responden menyatakan puas, angka tersebut tercatat menurun dibandingkan hasil survei sebelumnya pada Agustus 2025.
Direktur Eksekutif Puspoll Indonesia, Chamad Hojin, mengatakan indikator kepuasan publik terhadap Presiden menjadi salah satu ukuran utama dalam survei bertajuk Menuju dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. “Jadi untuk yang merasa puas dengan kinerja Pak Prabowo di 64,8 persen,” ujar Chamad saat memaparkan hasil survei di kawasan Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 27 Juni 2026.
Angka kepuasan 64,8 persen merupakan gabungan dari responden yang menyatakan cukup puas sebesar 57,9 persen dan sangat puas 7,9 persen.
Sementara itu, responden yang menyatakan tidak puas mencapai 33,2 persen. Rinciannya terdiri dari 28,9 persen yang mengaku kurang puas dan 4,3 persen yang menyatakan tidak puas.
Chamad juga membandingkan hasil survei Mei 2026 dengan survei serupa yang dilakukan pada Agustus 2025. Menurutnya, tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden turun dari 67,7 persen pada awal Agustus 2025 menjadi 64,8 persen pada survei terbaru. “Kami juga memotret ada compare dengan Agustus, kami dulu survei Agustus sebelum ada kerusuhan Agustus itu di awal Agustus kepuasan Pak Prabowo di angka 67,7 persen, sekarang 64,8 persen,” kata dia.
Survei Puspoll Indonesia dilakukan pada 18–26 Mei 2026. Pengambilan sampel dilakukan secara acak penuh menggunakan probability sampling dengan metode penarikan sampel acak bertingkat (multistage random sampling), dengan mempertimbangkan komposisi wilayah urban dan rural serta proporsionalitas jumlah pemilih di setiap provinsi.
Total responden dalam survei ini sebanyak 2.400 orang, dengan margin of error ±2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.