Tautan Cek Bansos Rp 5,4 Juta Mengatasnamakan Kemensos Beredar, Warga Diimbau Waspada Phishing

Tautan Cek Bansos Rp 5,4 Juta Mengatasnamakan Kemensos Beredar, Warga Diimbau Waspada Phishing

Sebuah tautan yang diklaim dapat digunakan untuk mengecek daftar penerima bantuan sosial (bansos) sebesar Rp 5,4 juta dari Kementerian Sosial (Kemensos) beredar di media sosial. Informasi tersebut disertai ajakan untuk memeriksa nama penerima dan mendaftar.

Narasi itu antara lain menyebut, “KEMENTERIAN SOSIAL BERBAGI 2026. BANTUAN SOSIAL UANG TUNAI & NON TUNAI. Rp.5.400.000. Cek Nama Kamu Dan Daftar”, dan dibagikan oleh sebuah akun Facebook pada Minggu (28/6/2026).

Hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menyimpulkan bahwa tautan tersebut tidak mengarah ke laman resmi Kemensos. Tautan justru membawa pengguna ke laman yang meminta data pribadi, termasuk nama lengkap dan nomor akun Telegram.

Permintaan data semacam itu dinilai sebagai modus pencurian data pribadi atau phishing. Masyarakat diimbau berhati-hati dan tidak memasukkan data pribadi ke situs yang tidak jelas asal-usulnya.

Kemensos juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai informasi terkait pendaftaran atau pencairan bansos yang beredar di internet. Kemensos menegaskan tidak pernah membuat situs ataupun tautan terkait pendaftaran maupun pencairan bantuan sosial.

Adapun informasi mengenai angka Rp 5,4 juta sebelumnya dikaitkan dengan pernyataan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) RI, Luhut Binsar Pandjaitan, yang menyebut pemerintah menyiapkan perubahan skema penyaluran bansos dalam bentuk transfer tunai sebesar Rp 5,4 juta per orang. Skema tersebut disebut akan ditopang oleh sistem Digital Single ID yang sedang dikembangkan pemerintah sebagai bagian dari digitalisasi layanan publik berbasis AI.

Namun, Juru Bicara Ketua DEN RI, Jodi Mahardi, meluruskan bahwa bansos uang tunai Rp 5,4 juta bukan program baru dan tidak diberikan kepada seluruh warga Indonesia. Menurut Jodi pada 11 Juni 2026, angka Rp 5,4 juta merupakan ilustrasi estimasi akumulasi maksimal dari berbagai program perlindungan sosial, termasuk bansos, yang sudah ada.

Jodi juga menegaskan bahwa manfaat yang diterima setiap keluarga tidak akan sama karena kondisi dan tingkat eligibilitas tiap rumah tangga berbeda.

Dengan demikian, klaim adanya tautan untuk mengecek daftar penerima bansos Rp 5,4 juta dari Kemensos dipastikan tidak benar. Warga diminta waspada terhadap tautan serupa yang berpotensi digunakan untuk mengambil data pribadi.