Hoaks Terkait ASN Ramai di Media Sosial: Klaim Iuran BPJS, Aturan Seragam Kemenag, hingga Link Pendaftaran Palsu

Hoaks Terkait ASN Ramai di Media Sosial: Klaim Iuran BPJS, Aturan Seragam Kemenag, hingga Link Pendaftaran Palsu

Pemerintah menetapkan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) sebagai bagian dari transformasi budaya kerja nasional. Kebijakan tersebut berlaku setiap hari Jumat dalam sepekan.

Di tengah perhatian publik terhadap kebijakan itu, ASN juga menjadi sasaran berbagai informasi keliru atau hoaks yang beredar di media sosial. Sejumlah unggahan menampilkan klaim dan materi visual yang menyesatkan, mulai dari isu iuran BPJS hingga tautan pendaftaran ASN.

Berikut rangkuman beberapa hoaks seputar ASN yang beredar di media sosial berdasarkan penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

1. Klaim guru ASN membayar iuran BPJS 26 kali setahun

Sebuah unggahan di Facebook pada 31 Januari 2026 memuat video reels dengan narasi bahwa ASN guru membayar iuran BPJS hingga 26 kali dalam setahun. Teks dalam video menyebut potongan dilakukan dari gaji bulanan 12 kali, dari TPG 12 kali, serta dari THR 2 kali. Unggahan itu juga disertai keterangan yang menegaskan klaim tersebut.

Namun, hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com menyimpulkan klaim itu tidak benar.

2. Poster aturan pakaian dinas ASN Kemenag memakai “baju Prabowo” biru muda setiap Rabu

Hoaks lain beredar dalam bentuk poster yang mengklaim adanya aturan pakaian dinas ASN Kementerian Agama (Kemenag), termasuk ketentuan memakai “Baju Prabowo Warna Biru Muda” pada hari Rabu. Poster tersebut beredar sejak pertengahan pekan dan salah satunya diunggah akun Facebook pada 28 Januari 2026, disertai narasi yang menyebut adanya tambahan aturan seragam tersebut.

Berdasarkan penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim dalam poster itu merupakan hoaks.

3. Tautan pendaftaran ASN pada Sekolah Rakyat

Pada 9 Desember 2025, sebuah akun Facebook mengunggah klaim mengenai tautan pendaftaran ASN pada Sekolah Rakyat di lingkungan Kementerian Sosial Tahun 2025. Unggahan tersebut menyertakan menu pendaftaran yang mengarahkan pengguna ke sebuah tautan.

Tautan itu membawa pengguna ke halaman yang menampilkan formulir digital dan meminta data pribadi, seperti nama dan nomor Telegram. Cek Fakta Liputan6.com menyatakan klaim tautan pendaftaran tersebut tidak benar.

Maraknya hoaks terkait ASN menunjukkan pentingnya kehati-hatian saat menerima informasi di media sosial, terutama yang disertai tautan atau ajakan mengisi data pribadi. Masyarakat disarankan memeriksa kebenaran informasi melalui sumber resmi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.