Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak menyelenggarakan diskusi publik dalam rangka Disnatalis UPB Tahun 2024. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Rektorat UPB Pontianak dengan tema “Kebijakan Politik, Ekonomi dan Diplomasi Indonesia di Era Kepemimpinan Prabowo Subianto”.
Acara diawali dengan sambutan Rektor Universitas Panca Bhakti Dr. Purwanto, S.H., M.Hum. Selain itu, sambutan juga disampaikan oleh Prof. Dr. Garuda Wiko, S.H., M.Si selaku Ketua Pengurus Yayasan Panca Bhakti Pontianak.
Diskusi menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Konsulat Jenderal Republik Indonesia Drs. Raden Sigit Witjaksono, M.A., Ph.D; Andrew W. Mantong, S.Sos., M.Sc dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS); Adinova Fauri dari CSIS; M. Taufiqurrahman selaku Pemimpin Redaksi The Jakarta Post; serta Prof. Dr. Ir. Rahmatullah Rizieq, M.Si. selaku Kepala LPM UPB.
Panitia menyebut diskusi publik ini bertepatan dengan tahun politik. Kehadiran para narasumber diharapkan dapat menambah wawasan mahasiswa serta membuka cakrawala berpikir, termasuk untuk dipelajari dan diimplementasikan dalam bentuk tulisan seperti makalah.
Ketua Pembina Yayasan Panca Bhakti Pontianak, Yusuf Wanandi, menyampaikan apresiasi kepada rektor dan civitas akademika UPB atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Saya memberikan apresiasi kepada rektor dan seluruh civitas UPB yang telah bisa memberikan pencerahan dengan mendatangkan narasumber yang berkualitas,” kata Yusuf Wanandi.
Ia juga menyatakan kebanggaannya terhadap perkembangan UPB yang dinilai mengalami perubahan pesat. Yusuf Wanandi menyinggung transformasi UPB yang bermula dari satu gedung hingga menjadi kampus yang lebih representatif, dengan jumlah jurusan yang semakin banyak serta adanya program pascasarjana.

