MEDAN — Pujian Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait terhadap penanganan bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dinilai mencerminkan keunggulan pemerintah daerah dalam akurasi data dan transparansi penyaluran bantuan.
Dua ekonom Universitas Sumatera Utara, Paidi Hidayat dan Doli Muhammad Jafar Dalimunthe, menilai cepatnya realisasi bantuan di Tapsel tidak terlepas dari pendataan yang akurat serta koordinasi lintas pemerintah yang berjalan baik.
Sebelumnya, Tito Karnavian memuji Tapsel saat penyerahan kunci hunian tetap kepada 120 warga terdampak bencana di Desa Hapesong. Dalam kesempatan itu, Tito menyebut Tapsel layak menjadi rujukan nasional dalam penanggulangan bencana.
Penilaian senada disampaikan Maruarar Sirait. Ia menekankan bahwa validitas data dan transparansi penyaluran bantuan menjadi faktor utama percepatan bantuan, setelah dilakukan verifikasi langsung ke masyarakat.
Paidi mengatakan, persoalan klasik dalam penanganan bencana kerap terletak pada data. Menurut dia, pendataan yang cepat dan detail di Tapsel memudahkan pemerintah pusat melakukan validasi, sehingga bantuan dapat segera disalurkan. “Koordinasi berjalan baik, sehingga tidak ada penumpukan bantuan di lapangan,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Ia menambahkan, transparansi menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan pemerintah pusat. Bantuan yang tepat sasaran dan terbuka dinilai mempercepat proses distribusi sekaligus meminimalkan potensi penyimpangan.
Sementara itu, Doli menilai respons cepat Tapsel mencakup seluruh tahapan penanganan bencana, mulai dari tanggap darurat hingga mitigasi. Ia menyebut kepemimpinan Bupati Tapsel mampu mengintegrasikan data lapangan secara sistematis sehingga mempercepat pengambilan keputusan.
“Pujian menteri berbasis data. Artinya, kemampuan daerah dalam memetakan dampak dan menyajikan data yang akurat menjadi kunci,” kata Doli.
Doli juga menyoroti pentingnya akuntabilitas di era keterbukaan. Menurut dia, klaim bantuan yang tidak sesuai fakta akan mudah dipersoalkan publik. “Di Tapsel, tidak muncul gejolak. Itu indikasi bantuan benar-benar sampai ke masyarakat,” ujarnya.
Kedua akademisi sepakat, ke depan kekuatan data dan pemetaan wilayah rawan bencana menjadi faktor krusial dalam mitigasi risiko. Model yang diterapkan Tapsel dinilai menunjukkan bahwa data yang akurat dan transparan dapat mempercepat respons pemerintah sekaligus mendorong pemulihan daerah terdampak.

