Center for Teaching-Learning Development (CTLD) UIN Jakarta bekerja sama dengan The Asia Foundation menggelar workshop pendidikan kewargaan (civic education) di gedung Pusdiklat Departemen Sosial, Jakarta. Kegiatan ini berlangsung pada 8–12 September 2008.
Workshop diikuti 20 peserta, dengan 15 orang di antaranya merupakan perwakilan dari lima provinsi, yaitu Sumatera Utara, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.
Pengurus CTLD, Tanendji MA, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan mensosialisasikan modul 6 dan 7 terkait pelaksanaan buku ajar Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) kepada para core trainer di daerah. Setelah mengikuti pelatihan, para core trainer diharapkan dapat meneruskan materi kepada guru PKn di sekolah, khususnya tingkat SMP/Madrasah Tsanawiyah (MTs).
Tanendji menyebut modul 6 dan 7 merupakan hasil revisi dari materi sebelumnya. Melalui workshop ini, CTLD juga ingin memperoleh masukan dari para core trainer sebelum buku versi baru dicetak.
Modul 6 dan 7 merupakan acuan pembelajaran PKn bagi guru SMP/MTs untuk menerapkan berbagai model pembelajaran aktif. Modul 6 berjudul Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup, sedangkan Modul 7 berjudul Penilaian Perkembangan Kecakapan Hidup Siswa-Siswi. Kedua modul tersebut disusun untuk mengembangkan kompetensi kewarganegaraan yang mengintegrasikan kecakapan hidup (life skill) sesuai konsep dan prinsip standar proses.

