Fenomena buzzer politik di media sosial memperlihatkan bagaimana propaganda digital dapat memengaruhi dan membentuk persepsi publik. Dalam praktiknya, aktivitas buzzer kerap diarahkan untuk mendorong cara pandang tertentu terhadap isu atau tokoh, sehingga opini yang muncul di ruang digital dapat bergerak mengikuti narasi yang diangkat.
Dua teknik yang disebut menonjol dalam pola propaganda ini adalah bandwagon dan card stacking. Teknik bandwagon mengandalkan dorongan agar publik merasa perlu mengikuti arus pandangan yang terlihat dominan, seolah-olah banyak orang telah mendukung suatu posisi tertentu. Sementara itu, card stacking merujuk pada cara penyajian informasi yang menonjolkan bagian-bagian tertentu dan mengabaikan bagian lain, sehingga kesimpulan yang terbentuk cenderung mengarah pada satu sudut pandang.
Melalui penggunaan teknik tersebut, propaganda digital di media sosial dapat memengaruhi cara publik menilai informasi yang beredar. Situasi ini menunjukkan bahwa percakapan politik di ruang digital tidak selalu terbentuk secara alami, melainkan dapat dipengaruhi oleh strategi komunikasi yang dirancang untuk membangun opini tertentu.

