JFX Tekankan Transparansi dan Penguatan Ekosistem Perdagangan Berjangka

JFX Tekankan Transparansi dan Penguatan Ekosistem Perdagangan Berjangka

Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta (JFX) Yazid Kanca Surya menilai pelaku pasar kian membutuhkan instrumen yang dapat melindungi dari risiko sekaligus menjaga keberlangsungan usaha. Menurutnya, kondisi pasar yang semakin tidak pasti membuat kebutuhan terhadap mekanisme lindung nilai menjadi semakin relevan.

“Dalam kondisi pasar yang makin tidak pasti, kebutuhan terhadap mekanisme lindung nilai menjadi semakin relevan. Perdagangan berjangka hadir sebagai instrumen yang transparan, terstandarisasi, dan mendukung pembentukan harga yang kredibel di pasar,” ujar Yazid dalam acara media gathering di Jakarta, Rabu (15/04/2026).

Sejalan dengan itu, Yazid mengatakan JFX terus mendorong penguatan ekosistem perdagangan yang lebih transparan, terawasi, serta memberikan perlindungan yang lebih baik bagi seluruh pelaku pasar di bursa. Ia mencontohkan, setiap akhir pekan JFX bersama pihak lain melakukan pembahasan mengenai sikap yang diterapkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar perdagangan berjangka pada pekan berikutnya dapat berjalan dengan baik.

Untuk mencegah terjadinya gagal bayar (default) baik dari pihak investor maupun pialang, JFX juga melakukan sejumlah langkah, salah satunya menaikkan margin.

Di sisi komoditas, Yazid menjelaskan transaksi komoditas timah di JFX kini telah menjadi acuan bagi pembeli internasional. “JFX sudah menjadi referensi importir timah internasional, tidak hanya terpaku di bursa lainnya,” katanya. Menurutnya, hal tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena sebelumnya Indonesia tidak dijadikan referensi oleh importir timah internasional.

Data JFX menunjukkan, pada sektor komoditas fisik, JFX menguasai lebih dari 95% pangsa pasar ekspor timah Indonesia dengan volume sekitar 47.000 ton dan nilai transaksi sekitar 1,7 miliar dolar AS pada 2025. Saat ini, jumlah buyer dan seller yang bertransaksi pada komoditas timah di JFX mencapai 60 institusi, dengan mayoritas buyer berasal dari Singapura, Hongkong, dan China.

Selain timah, pada perdagangan derivatif, kontrak olein (OLE01) mencatat kontribusi 38,7% dari total volume transaksi Exchange Traded Derivatives (ETD) JFX atau setara 615.028 lot. Sementara itu, kontrak Loco Gold disebut mendominasi aktivitas transaksi OTC dengan porsi mencapai 85,2% dari total volume.