Banda Aceh — Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah meninjau langsung proses pemeriksaan kesehatan calon Bintara Polri Tahun Anggaran 2026 di Hanggar Helikopter Polda Aceh, Senin (13/4/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan sesuai prinsip bersih, transparan, akuntabel, dan humanis (BETAH).
Dalam kegiatan tersebut, Kapolda didampingi Wakapolda Aceh Ari Wahyu Widodo serta Kabiddokkes Polda Aceh. Sejumlah pihak turut hadir, mulai dari panitia seleksi hingga pengawas internal dan pengawas eksternal, guna memastikan pemeriksaan berlangsung objektif dan sesuai ketentuan.
Kabid Humas Polda Aceh Joko Krisdiyanto menjelaskan, pemeriksaan kesehatan merupakan bagian penting dari rangkaian seleksi penerimaan anggota Polri. Tahap ini bertujuan memastikan setiap peserta memenuhi standar kesehatan yang telah ditetapkan sebagai salah satu syarat utama seleksi.
Menurut Joko, sebanyak 2.012 peserta mengikuti pemeriksaan kesehatan yang dijadwalkan berlangsung selama sembilan hari, mulai 13 April hingga 22 April 2026. Ia menyebut keterlibatan berbagai unsur pengawasan diharapkan dapat menjaga integritas proses seleksi sehingga menghasilkan calon anggota Polri yang berkualitas dan profesional.
Joko juga menegaskan bahwa seluruh rangkaian seleksi dilaksanakan secara objektif dan transparan, sehingga setiap peserta memiliki kesempatan yang sama berdasarkan kemampuan masing-masing. Ia mengimbau masyarakat dan peserta agar tidak mempercayai calo atau pihak yang menjanjikan kelulusan. “Kelulusan menjadi anggota Polri sepenuhnya ditentukan oleh kemampuan dan hasil kerja keras peserta sendiri,” ujarnya.
Polda Aceh menyatakan komitmen untuk menjaga proses penerimaan anggota Polri tetap bersih dan bebas dari praktik percaloan, sejalan dengan semangat reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia kepolisian.

