Puspoll Indonesia menilai kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berhasil menjaga stabilitas politik nasional. Stabilitas tersebut disebut menjadi modal penting bagi pembangunan, namun publik kini masih menantikan realisasi kinerja nyata para menteri kabinet.
Manager Program Puspoll Indonesia, Luqmanul Hakim, mengatakan stabilitas politik yang terlihat saat ini merupakan capaian besar, tetapi harus diikuti kerja konkret di berbagai sektor. “Stabilitas yang kita lihat saat ini adalah capaian besar. Namun, stabilitas hanya akan berarti jika dibarengi kerja nyata dari para menteri di bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan pertahanan,” kata Luqmanul di Jakarta dalam keterangan resmi yang dikutip Rabu (6/8/2025).
Menurut Luqmanul, kepemimpinan Prabowo ditandai keberanian mengambil langkah strategis yang menekankan persatuan nasional dan dialog inklusif. Ia menilai komunikasi politik pemerintahan saat ini berhasil meredakan ketegangan serta menciptakan ruang konsensus di kalangan elit politik maupun masyarakat.
“Dialog lebih diutamakan ketimbang konfrontasi, dan ini memberi dampak positif bagi kepercayaan publik,” ujarnya.
Luqmanul juga menyoroti peran strategis Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dalam menjaga komunikasi politik tetap cair dan produktif. “Pak Dasco mendorong konsensus dan mampu meredam ketegangan dengan pendekatan diplomasi politik yang cerdas. Pesan-pesan konsisten dari Pak Dasco ikut memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah,” kata Luqmanul.
Meski stabilitas dinilai terjaga, Puspoll menyebut kinerja Kabinet Merah Putih akan menjadi ujian utama bagi Prabowo menjelang satu tahun pemerintahan. Luqmanul menegaskan harapan publik agar stabilitas politik ditindaklanjuti kebijakan yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat.
“Harapan rakyat jelas: stabilitas yang sudah tercapai harus ditindaklanjuti dengan kebijakan yang langsung dirasakan masyarakat. Di sinilah para menteri harus membuktikan kapasitas dan kinerjanya semata-mata melayani rakyat,” ujarnya.
Dengan stabilitas politik yang kuat, Puspoll menilai Indonesia memiliki momentum untuk fokus pada agenda pembangunan guna mempercepat capaian kesejahteraan. “Kita optimistis dengan stabilitas yang ada dan dukungan publik, pemerintahan Prabowo bisa mendorong lahirnya program-program strategis yang membawa manfaat luas,” kata Luqmanul.
Ia menambahkan, pada tahun pertama pemerintahan Prabowo-Gibran dinilai berhasil mengkonsolidasikan kekuatan politik pascapemilu. Pemberian abolisi kepada Tom Lembong dan amnesti kepada Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto disebut sebagai bagian dari upaya menjaga persatuan elite politik pascapilpres.

