Antrean BBM Terjadi di Bangka, Pemerintah Pastikan Stok Nasional Aman dan Minta Warga Tak Panic Buying

Antrean BBM Terjadi di Bangka, Pemerintah Pastikan Stok Nasional Aman dan Minta Warga Tak Panic Buying

Antrean pembelian bahan bakar minyak (BBM) dilaporkan terjadi di Kepulauan Bangka. Fenomena tersebut terlihat dari unggahan akun Satlantas Polres Bangka di media sosial TikTok yang memperlihatkan petugas kepolisian mengawal penjualan BBM di salah satu SPBU.

Dalam unggahan itu, Satlantas Polres Bangka menyayangkan adanya panic buying di tengah masyarakat. Polisi mengingatkan pembelian BBM secara berlebihan dapat merugikan warga lain yang membutuhkan untuk aktivitas sehari-hari. Masyarakat pun diimbau tetap tenang, membeli BBM secukupnya sesuai kebutuhan, serta tidak melakukan penimbunan.

Satlantas Polres Bangka juga menilai panic buying berpotensi memicu dampak lanjutan, mulai dari antrean panjang dan kemacetan di sekitar SPBU hingga potensi gangguan keamanan dan ketertiban lalu lintas. Pernyataan tersebut dikutip pada Sabtu (7/3/2026).

Di sisi lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan stok BBM nasional masih dalam kondisi aman dan berada di atas standar minimal ketahanan energi yang ditetapkan pemerintah. Ia mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying di tengah beredarnya isu pasokan BBM Indonesia hanya tersisa sekitar 20 hari akibat penutupan Selat Hormuz.

Bahlil menjelaskan kapasitas penyimpanan (storage) BBM Indonesia sejak lama memang berada di kisaran 25 hari. Menurutnya, kondisi tersebut bukan hal baru dan sudah menjadi karakteristik sistem cadangan energi nasional. “Dari dulu kemampuan storage tempat penampung minyak kita memang sekitar 25 hari,” ujarnya saat ditemui di Jakarta, Jumat (7/3/2026).

Pemerintah juga menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi gangguan pasokan dari Timur Tengah. Bahlil menyebut impor minyak mentah Indonesia dari kawasan tersebut hanya sekitar 20–25 persen dari total kebutuhan. Bersama PT Pertamina (Persero), pemerintah telah menyiapkan sumber alternatif dengan mengalihkan pasokan minyak mentah dari Timur Tengah ke sejumlah negara lain, seperti Amerika Serikat, Nigeria, dan Brasil.

“Kami dengan Pertamina sudah switch (berganti) dari Middle East kami ambil di Amerika, kemudian Nigeria, dan Brasil. Jadi tidak perlu ada panic buying,” kata Bahlil.

Ia menambahkan, impor bensin Indonesia tidak berasal dari Timur Tengah, melainkan dari Singapura dan Malaysia, serta sebagian diproduksi dari kilang domestik. Dengan kondisi tersebut, pemerintah menyatakan pasokan energi nasional tetap terjaga meski terjadi ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

“Impor bensin kita itu dari Singapura sama Malaysia, dan sebagian dibangun industri kilang dalam negeri. Jadi, Insya Allah sekalipun terjadi peperangan di Timur Tengah, kondisi kita aman dan sekali lagi saya katakan aman. Jadi nggak perlu, jangan dengar ada provokasi-provokasi atau misinformasi yang keliru. Insya Allah aman,” ujarnya.

Dengan penjelasan tersebut, pemerintah memastikan stok BBM nasional mencukupi dalam kerangka kapasitas penyimpanan yang memang berkisar 25 hari, sehingga dinilai aman dan berada di atas standar minimal ketahanan energi yang ditetapkan pemerintah.