Sebuah video yang beredar di media sosial pada awal Maret 2026 mengeklaim Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menginformasikan program tebus motor murah seharga Rp 400.000. Dalam narasi unggahan, program itu disebut diadakan oleh pengusaha Jhon LBF.
Unggahan tersebut juga mengarahkan warganet yang ingin mendapatkan motor murah untuk menghubungi melalui Facebook Messenger.
Namun, hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menyimpulkan bahwa video tersebut merupakan hasil rekayasa. Tim melakukan penelusuran dengan mengambil tangkapan layar video dan melacaknya menggunakan teknik reverse image search.
Dari penelusuran itu ditemukan bahwa video yang beredar identik dengan unggahan di kanal YouTube Wakil Presiden Republik Indonesia pada 14 Juli 2025. Video aslinya merupakan momen ketika Gibran memberikan pembekalan kepada Peserta Pendidikan, Penyiapan, dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan 68 Lemhannas.
Setelah video asli disimak hingga tuntas, tidak ditemukan pernyataan Gibran terkait program tebus motor murah. Dalam rekaman asli, Gibran menyinggung sejumlah topik lain, seperti perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan program hilirisasi.
Kompas.com juga memeriksa audio pada video yang beredar menggunakan Hive Moderation. Hasilnya, suara Gibran yang menyebut program tebus motor murah terdeteksi dibuat dengan AI dengan probabilitas 99,5 persen.
Kompas.com mengingatkan bahwa video manipulasi yang menampilkan figur publik seolah mempromosikan program motor murah kerap muncul di media sosial dan dapat menjadi modus penipuan. Masyarakat diminta lebih jeli dan tidak mudah tergiur oleh tawaran serupa.
Dengan demikian, klaim bahwa Gibran mengumumkan program tebus motor murah Rp 400.000 dipastikan tidak benar karena video tersebut merupakan hasil manipulasi.

